Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Putuskan 2025 Nihil Impor Beras, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Sangat Cukup

Iwan Nurwanto • Kamis, 12 Desember 2024 | 18:52 WIB
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa memantau ketersediaan bahan pokok di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (12/12/2024).
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa memantau ketersediaan bahan pokok di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (12/12/2024).

JOGJA - Pemerintah pusat menarget nihil impor beras pada tahun 2025 mendatang. 

Menghadapi kebijakan tersebut, Perusahaan umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan stok ketersediaan beras secara nasional sangat cukup.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pada tahun 2025 mendatang pihaknya tidak akan lagi mengimpor beras. 

Lantaran ketersediaan bahan pangan khususnya beras secara nasional masih sangat aman.

Diungkapkan Astawa, sampai saat ini stok beras secara nasional sudah mencapai 8,2 juta ton. 

Sementara untuk kebutuhan beras di Indonesia per bulan mencapai 2,5 juta ton. 

Jumlah itu sangat cukup untuk stok beras hingga musim tanam di tahun 2025 mendatang. 

Bahkan bisa untuk menutup kebutuhan program makan bergizi gratis.

Menurutnya, pada periode bulan Januari hingga Februari produksi padi secara nasional memang mengalami penurunan karena mayoritas petani sedang melakukan masa tanam. 

Namun di bulan Maret hingga April stok beras akan kembali melimpah karena sudah memasuki musim panen.

“Sangat kuat stok beras nasional, sehingga pemerintah sudah jelas 2025 tidak impor."

"Di 2025 produksi beras juga sudah digenjot dan ada peningkatan di bulan November-Desember,” ujar Astawa di sela pemantauan harga bahan pokok di Pasar Beringharjo Jogja, Selasa (12/12/2024).

Astawa menyebut, dari hasil pantauannya di Pasar Beringharjo mayoritas bahan pokok ketersediaannya masih cukup aman. 

Namun memang ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih karena pengaruh musim hujan.

Dari hasil pantauannya, untuk beras premium masih pada kisaran harga Rp 15 sampai 16 ribu per kilogram, kemudian beras SPHP di harga Rp 12.500 per kilogram.  

Lalu untuk daging ayam di kisaran Rp 35 ribu per kilogram, bawang merah Rp 35 ribu per kilogram, bawang putih Rp 42 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 35 ribu per kilogram, dan cabai keriting Rp 32 ribu per kilogram.

“Artinya harga relatif masih sangat bagus, namun memang perlu diantisipasi karena musim penghujan mengganggu sedikit produksi."

"Namun harapannya tetap lancar produksinya,” sambung Astawa.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Evi Wahyuni menyampaikan, pihaknya terus berupaya mengendalikan inflasi bahan pokok. 

Upayanya dilakukan dengan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng merk Minyakita. 

Di samping itu, Dinas Perdagangan Kota Jogja juga telah memiliki program kios Segoro Amarto dan Warung Mrantasi yang siap memberikan harga bahan pokok sesuai standar. 

Adapun kios Segoro Amarto sendiri sudah tersedia di Pasar Beringharjo, Kranggan, Prawirotaman dan Sentul. 

Sementara Warung Mrantasi sudah bekerjasama dengan 25 pedagang di Pasar Beringharjo.

“Kami bekerjasama dengan Bulog untuk memasok komoditas beras dan minyak kita bagi kios Segoro Amarto maupun Warung Mrantasi, harapannya dengan pasokan yang rutin harga bisa stabil,” ungkap Evi. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#2025 #impor #beras #bulog #tahun #beringharjo #bahan pokok