JOGJA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta terus melakukan pengecekan dan pemeliharaan prasarana untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang. Selama tahun 2024, tercatat 2.061 bantalan rel sintetis telah terpasang.
Proyek-proyek pengembangan dan perawatan sarana dan prasarana (sarpras) khususnya berkait dengan jalur rel kereta api tidak bisa dipisahkan dari peran Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ). Setiap hari, dari pagi hingga malam mereka bergantian melakukan pengecekan. Dari stasiun ke stasiun dengan berjalan kaki.
Sama halnya yang dilakukan Darmanto dan anggotanya. Setiap hari ia melakukan koordinasi untuk bergantian menyusuri rel kereta api, baik siang maupun malam. Mulai dari stasiun awal, petugas berjalan kaki menuju stasiun terdekat yang jaraknya sekitar 7-13 kilometer.
Sampai di sana, mereka akan bergantian dengan petugas yang sudah menunggu di stasiun itu. "Perjalanan kurang lebih menghabiskan waktu tiga jam antarstasiun," ungkap kepala Urusan Jalan Rel Wilayah Lempuyangan, Jogja itu Rabu (11/12).
Petugas dibagi menjadi tiga shift, pagi mulai matahari terbit, sore menjelang matahari tenggelam dan ditambah siang hari, khusus menyongsong libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Sendirian menyusuri rel dengan berjalan kaki dan membawa perlengkapan apabila ada rel yang perlu diperbaiki ringan," tuturnya.
Walaupun harus berjalan kaki di tengah terik matahari, mereka melakukannya dengan ikhlas. Di samping sudah menjadi tugas kerja, mereka niatkan untuk pengabdian bagi masyarakat. "Jika diniati menjamin keselamatan masyarakat, itu suatu kebaikan, seperti kita menyingkirkan batu kerikil di jalan," ungkapnya.
Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro menambahkan, sistem perawatan perlintasan kereta api dilakukan secara periodik. Perawatan dilakukan mulai harian, mingguan, bulanan hingga tahunan dan mereka bekerja secara sistematis. "Berjalan kaki menyusuri jalur rel itu untuk mengetahui kondisi rel dengan detail," ujarnya.
Dengan berjalan, kaki mereka dapat merasakan kondisi bantalan rel apakah terdapat kerusakan atau tidak. Jika posisi bantalan kocak atau kendor, dapat dirasakan oleh petugas untuk ditangani secara langsung ketika kerusakan ringan. Atau melaporkan ke tim gerak cepat jika kerusakan berat."Tahun 2024 kami telah mengganti 2.601 bantalan rel sintetis di 48 jembatan yang dilalui kereta api di seluruh DIJ," tuturnya.
Bantalan rel sebelumnya terbuat dari kayu yang dipasang pada jembatan baja. Dengan adanya bantalan sintetis, kualitas lebih bagus, ramah lingkungan dan efisien. "Yang jelas lebih tahan saat cuaca ekstrem dan tidak perlu menebang pohon untuk produksi bantalan," bebernya.
Tak sembarangan, bantalan sintetis telah diuji pada beberapa aspek terkait kelayakannya. Mulai uji kekuatan lentur dan modulus young, ketahanan beban lentur, ketahanan tekan longitudinal, uji kuat geser, kuat geser lekat, tegangan tembus arus bolak balik, resistensi isolasi arus searah, kekuatan cabut screw spike, pengukuran dimensi, uji ketahanan api, ketahanan fatik dan ketahanan terhadap cuaca."Ini merupakan bagian penting yang menjadi salah satu persiapan menghadapi masa libur Naru," katanya.
Tak hanya itu, banyak yang tidak tahu bahwa kekenyalan rel kereta api juga menjadi perhatian khusus. Batu balas kricak yang berada di bawah rel kereta selalu diatur jumlahnya agar sesuai dengan standar.
"Rel kami rawat agar selalu seimbang, di antaranya, sesuai dengan lebar ataupun ketinggian jalur sesuai standar," ujarnya. (oso/laz)