Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

General Manager Hotel Royal Ambarrukmo Herman Courbois, Bahagia jika Tamu-Tamu Hotel Nyaman

Fahmi Fahriza • Rabu, 11 Desember 2024 | 03:03 WIB

 

 

General Manager Hotel Royal Ambarrukmo Herman Courbois
General Manager Hotel Royal Ambarrukmo Herman Courbois

 

JOGJA – General Manager Hotel Royal Ambarrukmo Herman Courbois sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Lebih dari setengah hidupnya dihabiskan pria berusia 52 tahun ini menjajaki berbagai kota di Indonesia dalam urusan pekerjaannya di bidang perhotelan.

Selama empat tahun terakhir, tepatnya sejak Agustus 2020, Herman secara resmi menjabat General Manager (GM) di Hotel Royal Ambarrukmo. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai GM hotel di beberapa kotaseperti di Bukittinggi, Jambi, Batam, Palembang, Medan, Solo, Makassar, hingga Jakarta."Saya pertama kali datang ke Indonesia 1995. Itu artinya sudah hampir 30 tahun sampai sekarang," katanya pada Radar Jogja, Selasa (10/12).

Kedatangannya pertama kali ke Indonesia juga dalam rangka magang kerja di sektor perhotelan. Dari sana, ia mulai mempelajari banyak hal, mulai dari sosial, budaya, termasuk industri perhotelan di Indonesia.

Sebagai seorang individu, Herman mengakui bahwa ia memang menyukai belajar hal-hal baru. Di samping itu ia juga mengakui bahwa dirinya gila kerja. Dia menyadari memang workaholic. Dia suka sekali kerja dan malah bingung kalau diam terlalu lama. Contohnya soal cuti. Dia jarang sekali mengambil cuti. “Kalaupun ambil, biasanya hanya tiga sampai empat hari untuk urusan keluarga," imbuhnya.

Untuk urusan pekerjaan sebagai GM, ia merasa perlu memberi contoh secara langsung kepada tim dan stafnya secara langsung. Salah satunya, ditunjukkan melalui keaktifan dan kehadirannya di hotel secara intens. Dia di hotel ini setiap hari. Kerja dan tidur saya juga di hotel. “Jadi kalau mau menemui saya kapan saja itu bisa," ujarnya.

Royal Ambarrukmo, bagi Herman lebih dari sekadar hotel semata. Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan perjalanan yang amat panjang. Ia menyadari, untuk bisa terus bertahan dan berkembang, harus mengoptimalkan semua aspek. Termasuk juga, menunjukkan etos kerja secara maksimal bagi para tamu."Makna kebahagiaan bagi saya adalah ketika tamu-tamu saya bahagia dan nyaman," lontarnya.

Royal Ambarrukmo ini sudah ada sejak 1964, ini tanggung jawab besar untuk bisa mengelola dan mempertahankannya.Lebih lanjut, dari puluhan tahun pengalamannya tinggal di Indonesia, hal itu tidak saja membawa Herman jatuh hati pada pekerjaan yang dijalaninya. Namun, ia juga jatuh hati pada perempuan Indonesia, yang kini jadi istrinya, yakni seorang perempuan dari Palembang."Anak dan istri saya ada di Palembang. Saya ketemu mereka biasanya dua sampai tiga bulan sekali, di samping itu intens komunikasi chat atau telefon," bebernya.

 

Pengalaman hidupnya yang lam di Indonesia, juga membuat Herman terbiasa dengan kultur Indonesia. Selain sudah fasih berbahasa Indonesia, Herman juga menyukai ragam hal dengan kearifan lokal Indonesia. "Misal kuliner, saya sangat suka masakan Padang. Kalau Jogja, saya suka sekali sate klathak," serunya.

 

Herman menambahkan, ada salah satu cerita menarik yang dilakukannya saat baru menjabat sebagai GM di Royal Ambarrukmo. Dengan kesadaran pribadi, Herman sowan dan berziarah ke makam Sultan Hamengkubuwono VII."Itu sebagai penghormatan saya, beliau punya sejarah panjang di sini, utamanya di Pendopo Royal Ambarrukmo," tandasnya (iza/din).

Editor : Din Miftahudin
#Hotel Royal Ambarrukmo #Belanda #tamu hotel #Herman Courbois #cinta indonesia #Kenyamanan #Budaya Yogyakarta #Roya Ambarukomo