SLEMAN - PSS Sleman sudah lima kali kalah saat melakoni laga kandang di Stadion Manahan, Solo dari 13 pertandingan yang dilakoni di Liga 1 musim 2024-2025. Dari tujuh laga yang dilakoni di kandang, lima di antaranya berakhir dengan kekalahan, satu kali imbang, dan satu kali menang saat melawan Arema FC.
Pelatih PSS Sleman Mazola Junior menyebut, Stadion Manahan memang bukan kandang sebenarnya bagi tim berjuluk Laskar Sembada itu.Terakhir, tim asuhan Mazola Junior ini dikandaskan Persib Bandung 1-2, Senin malam (9/12). Kekalahan itu semakin memperpanjang catatan buruk Laskar Sembada saat bermain sebagai musafir karena home base-nya, yakni Maguwoharjo International Stadium (MagIS) dalam tahap renovasi. “Stadion Manahan Solo memang bukan kandang kami,” ujar Mazola.
Meskipun kalah tiga kali berturut-turut, yakni dari Persita Tangerang, Dewa United, dan Persib Bandung, Mazola tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya para pemain sudah bekerja keras dan menujukan semangat juang yang tinggi. Termasuk saat menghadapi Persib Bandung yang notabene saat ini menjadi salah satu tim terkuat dan difavoritkan menjadi juara musim ini. “Di lapangan mereka sudah habis-habisan untuk bisa mendapatkan hasil maksimal di dalam pertandingan," katanya.
Kekalahan dari Maung Bandung ini menempatkan Super Elja, julukan lain PSS tertahan di peringkat 15 klasemen sementara dengan poin delapan. Posisi ini jauh dari kata aman dari bayang-bayang zona degradasi.
Posisi PSS di papan bawah ini masih sangat rawan. Sebab, bulan ini Fachruddin Ariyanto dkk harus melakoni tiga laga tersisa yang cukup berat. Jumat (13/12) nanti akan dijamu PSM Makassar. Selanjutnya melakoni lagi laga kandang menjamu PSIS Semarang pada Selasa (17/12), dan pada Sabtu (21/12) dijamu Macan Kemayoran, Persija Jakarta. (ayu/din)
Editor : Din Miftahudin