JOGJA - Pembawaannya tenang, suka bercerita dan juga murah senyum. Hal tersebut sedikit banyak jadi aspek yang melekat dengan sosok owner Hotel Neo Malioboro dan Hotel Royal Malioboro Arif Effendi.
Pria berusia 65 tahun ini memiliki segudang kesibukan. Baik yang berkaitan dengan konteks pekerjaan, hobi, hingga hubungan sosial, dan personalnya dengan keluarga.
Arif mengaku sejak kecil adalah individu yang memiliki rasa penasaran pada banyak hal. Di samping itu, ia juga sangat menyukai interaksi sosial dengan orang-orang. Dari kecil dia menyukai kegiatan sosial dan berorganisasi. “Seperti jadi ketua kelas, ikut pramuka, hiking, fotografi, banyak hal yang saya coba," katanya pada Radar Jogja, Senin (9/12).
Beragam kegiatan tersebut, sedikit banyak akhirnya membentuknya menjadi individu yang tidak saja mahir bersosial, tapi juga hampir bisa diterima di semua kalangan dan latarbelakang."Saya berusaha untuk baik dan berjejaring dengan semua orang, tanpa terkecuali," ujarnya.
Selain mengelola bisnis hotel sebagai owner, Arif juga masih terlibat aktif di banyak organisasi dan kegiatan. Antara lain, tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), hingga Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Asmindo)."Saya berusaha menjalani semuanya secara beriringan, dari pekerjaan, hobi, dan urusan personal," ungkap lelaki alumni Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Di sela kesibukannya yang padat, Arif mengaku selalu meluangkan waktu untuk tetap rutin berolahraga, hingga melakukan kegiatan dengan keluarganya. Salah satu hobinya adalah menerbangkan pesawat atau aerosport. Bahkan dia punya Sport Pilot License (SPL) untuk tebang. Selain itu dia sedang fokus olahraga air."Olahraga air jadi salah satu hal yang sedang digencarkan Kadin, sesuai bidang saya yakni bidang pariwisata," ungkap ayah tiga anak ini.
Nah, di saat libur atau weekend tiba, Arif juga kerap berjalan kaki melintasi kawasan kota Jogjakarta. Jalan kaki untuk menjaga kebugaran. Biasanya pagi hari, rentang pukul 05.00. Jarak yang ditempuh biasanya sampai 7 KM.
Arif menyadari memang tipe individu yang tidak betah untuk berdiam diri. Diakuinya, ia selalu mencoba mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang memang disukainya, atau mengeksplorasi hal-hal baru.
Di rumah, dia suka berkebun dan merawat tanaman. Mulai dari mangga, pepaya, dan beberapa tanaman lain."Saya juga membuat bengkel untuk pribadi, ada mesin bubut sampai las. Saya suka melakukan itu saat luang," serunya.
Dalam konteks hubungan dengan personal, sebagai sosok ayah dan suami, Arif berusaha untuk selalu mengedepankan keluarganya. Beberapa kegiatan seperti makan bersama, hingga berlibur sekeluarga, jadi hal-hal yang selalu diupayakan."Dua anak saya merantau, kalau tidak bisa bertemu langsung, komunikasinya lewat chat atau telefon itu selalu terjaga," sebutnya.
Saat ini, Arif tengah menikmati semua kesibukan dan tanggungjawabnya secara beriringan. Dalam konteks yang personal, yakni perihal mimpi-mimpi yang belum tercapai, Arif mengaku bahwa ia adalah tipe orang yang fleksibel dalam menjalani sesuatu."Saya mengalir saja, menjalani semua hal dengan rasa senang dan sepenuh hati, itu yang menjadi kebahagiaan saya," jelasnya. (iza/din).
Editor : Din Miftahudin