Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Sentuh 54 Persen! Kesadaran Penderita HIV/AIDS di Kota Jogja Untuk Berobat Masih Rendah, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Selasa, 10 Desember 2024 | 22:22 WIB
Ilustrasi HIV AIDS.
Ilustrasi HIV AIDS.


JOGJA - Angka pengobatan penderita HIV/AIDS di Kota Jogja tergolong masih rendah dan jauh dari target. Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut, aspek sosiokultural atau masih adanya stigma buruk terhadap penderita menjadi salah satu kendala dalam pengobatan.

Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir kasus kumulatif HIV sudah mencapai 1.675 orang. Sementara untuk kasus AIDS tercatat sudah menyentuh 329 orang. Lalu khusus tahun ini dari Januari-September ditemukan 92 kasus HIV dan 24 kasus AIDS.

Emma menjelaskan, HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sehingga penderitanya pun sangat mudah terserang berbagai jenis penyakit. Upaya untuk meminimalisir keparahan penderita HIV/AIDS hanya bisa dilakukan dengan terapi antiretroviral (ARV).

“Pemkot Jogja telah menyediakan ARV yang bisa diakses secara gratis di 18 Puskesmas,” ujar Emma, Selasa (10/12/2024).

Namun meski sudah disediakan pengobatan dan terapi ARV gratis. Dinkes Kota Jogja mencatat penderita HIV/AIDS yang rutin melakukan pengobatan masih cukup rendah.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu membeberkan, dari data 18 puskesmas dan 14 rumah sakit di Kota Jogja terdapat 2.022 orang dengan HIV. Namun baru 54 persen yang mengakses ARV. Angka itu jauh dari target sebesar 95 persen.

Menurut Endang, dalam upaya mencapai target tersebut pihaknya juga mengalami kendala. Yakni belum adanya kemauan dari penderita. Misal karena masih menyangkal lantaran belum ada gejala meski sudah terinfeksi atau takut dengan stigma sosial.

Oleh karena itu, dia memastikan, Dinkes Kota Jogja terus melakukan edukasi dan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahan. Serta juga dilakukan pengobatan terus menerus bagi penderita dan deteksi dini terhadap kelompok berisiko.

Lebih lanjut, Endang juga menghimbau agar masyarakat melakukan berbagai upaya pencegahan agar kasus HIV/AIDS tidak semakin merebak. Langkahnya bisa dilakukan dengan menerapkan prinsip ABCDE.

Meliputi Abstinence atau tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, Be Faithful atau saling setia pada satu pasangan, Condom digunakan setiap kali berhubungan seks, Drug No atau menghindari penggunaan narkoba, serta Education atau mengakses informasi yang benar mengenai HIV misal soal cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya.

"Kalau memang melakukan aktivitas berisiko silakan lakukan VCT atau voluntary counseling and testing di puskesmas maupun rumah sakit. Semakin cepat HIV dideteksi, maka harapan hidup sehat dan produktif bagi ODHIV bisa semakin tinggi,” tegas Endang. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #kesadaran #dinas kesehatan #pengidap hiv #HIV / AIDs