Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalur Alternatif ke Gunungkidul Rawan Kecelakaan, Bus Pariwisata dan Angkutan Umum Dilarang Lewati Jalur Cinomati

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 10 Desember 2024 | 04:20 WIB

 

Plt Dishub DIY Wiyos Santoso
Plt Dishub DIY Wiyos Santoso

 

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memetakan beberapa ruas jalan yang berpotensi terdapat kendala hingga berbahaya. Itu semua merupakan kajian dalam rangka persiapan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Plt Dishub DIY Wiyos Santoso menjelaskan, dishub memberikan perhatian khusus di ruas jalan Imogiri-Panggang yang menembus Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Terlebih menjelang libur Nataru yang berpotensi dilalui banyak kendaraan. Diperkirakan kendaraan dari Timur menuju ke Selatan diperkirakan lewat sana."Nanti turunnya di Panggang, Imogiri. Itu juga perlu diantisipasi," ujarnya, Senin (9/12).

Ia tidak memungkiri secara geografis ruas jalan Imogiri-Panggang mempunyai turunan jalan yang panjang. Selain itu, JJLS yang akan masuk ke Panggang lintasannya relatif sempit. "Nanti di sana juga dimungkinkan didirikan posko (Nataru)," tuturnya.

 Baca Juga: Bantul Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang, Asbes 13 Warung Makan di Pantai Depok Beterbangan

Masih di ruas jalan alternatif yang menghubungkan Gunungkidul dan Bantul, Wiyos juga melarang bus pariwisata atau angkutan umum melewati Jalur Cinomati. Walaupun kendaraan pribadi masih diperbolehkan dengan berhati-hati."Jalur ini cukup ekstrem dan berisiko, terutama bagi pengendara dari luar kota," bebernya.

Bagi penduduk lokal, jalur tersebut memang masih sering digunakan untuk berlalu lalang. Masyarakat setempat dinilai telah paham betul kondisi dan gambaran jalur Cinomati."Tetapi bagi yang baru pertama kali melewati jalur ini, mereka bisa saja kaget (tanjakan dan tikungan)," tandasnya.

Pihaknya juga telah menutup akses jalur Cinomati melalui Google Maps agar kendaraan transportasi umum tidak diarahkan melintasi jalur tersebut. Beberapa kejadian, pengendara dari luar kota diarahkan melalui jalur tersebut karena rute yang lebih dekat. Padahal mereka tidak mengetahui bagamaina kondisi jalur Cinomati.

Kepala Bidang Pengedalian dan Operasional Dishub DIY  Sumariyoto menambahkan, rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan khususnya di ruas jalan yang rawan kecelakaan. Di jalur Pathuk-Imogiri contohnya, di sana diberlakukan one way untuk bus besar."Bus besar hanya boleh naik, tidak boleh turun karena rawan kecelakaan," ujarnya.

 Baca Juga: Nahas, Perempuan Ini Tewas di Tangan Suaminya Sendiri Setelah Terlibat CekCok: Jasadnya Ditemukan di Gudang Ekspedisi di Bantul

Walaupun rambu-rambu peringatan telah terpasang, saat ini Dishub DIY masih dalam proses pemasangan untuk melengkapi rambu di ruas jalan Pathuk-Imogiri. (oso/din)

 

 

 

 

Editor : Din Miftahudin
#nataru #JJLS #jalur alternatif #jalur utama #Gunungkidul #berbahaya #Dishub DIJ #Cino Mati #rambu-rambu