JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY terus mendorong peningkatan pemasaran produk industri kecil menengah (IKM) melalui sejumlah cara. Di antaranya peningkatan kemampuan IKM dalam memasarkan produk dan memfasilitasi pemasaran.
Peningkatan kemampuan sumber daya pemasaran (SDM) pemasaran pada 2024 ini melalui sosialisasi manajemen pemasaran bagi pelaku usaha. Ada sebanyak 10 angkatan dengan total peserta 450 orang.
“Kegiatan telah dilaksanakan pada Mei dan Agustus 2024,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Syam Arjayanti Senin (9/12/2024).
Selain itu, instansinya, terang Syam, juga menyelenggarakan pelatihan ekspor dan business matching di sentra IKM sebanyak dua angkatan yang diikuti 60 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul pada Mei lalu.
Sebelum itu, pada Februari hingga Maret 2024 juga digelar delapan angkatan pelatihan pemasaran online dengan peserta IKM Coklat di Sentra IKM Cokelat Nglanggeran Gunungkidul yang dikuti 160 IKM sebagai peserta.
“Kami juga menyelenggarkan pelatihan prosedur dan dokumentasi perdagangan luar negeri melibatkan 40 pelaku IKM Kulit Manding, Bantul, dan Keparakan, Yogyakarta,” terang mantan wakil kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini.
Memperkuat promosi di pasar domestik, organisasi perangkat daerah yang beralamat di Jalan Kusumanegara No. 9 Semaki, Yogyakarta itu telah memfasilitasi pelaku IKM mengikuti berbagai event pameran. Antara lain pameran tetap 57 IKM yang dilaksanakan sepanjang 2024, festival batik di Jogja City Mall (JCM) pada Oktober 2024 yang diikuti peserta sebanyak 42 IKM.
Kemudian Jogja Fashion Week dengan peserta 144 IKM, Jakarta Fair dengan peserta sebanyak 40 IKM pada 12 Juni - 14 Juli 2024 dan pameran Kriya Nusa diikuti enam IKM sebagai peserra di JCC Jakarta 27-28 September 2024.
Selanjutnya, Pameran ILF - Indo Leather and Footwear Expo di JIEXPO Jakarta pada 31 Agustus - 2 September 2024. Pameran diikuti sebanyak peserta 30 IKM kulit dari Sentra Manding dan Sentra Keparakan. Selain itu Disperindag juga memfasilitasi Temu Bisnis dengan peserta IKM Kulit Manding dan Keparakan dengan peserta 40 IKM.
Sedangkan memperkuat pasar ekspor, telah memfasilitasi IKM DIY mengikuti pameran dan media promosi berskala ekspor. Di antaranya fasilitasi registrasi marketplace internasional, Misi Dagang Belgia dengan peserta lima IKM, dan pameran IFEX di JIExpo Jakarta pada Maret 2024 dengan peserta sebanyak 10 IKM.
Lalu pameran Inacraft dengan peserta 10 IKM pada Maret 2024 di JCC Jakarta, pameran JIFFINA dengan peserta sejumlah 10 IKM dan pameran TEI yang diikuti dua IKM sebagai peserta.
Syam menambahkan, dari evaluasi sementara, berbagai even pameran tersebut bukan hanya meningkatkan promosi produk IKM. Namun IKM juga dapat mengetahui tren pasar, kondisi kempetitor dan membangun jaringan bisnis yang baru.
Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menilai kegiatan promosi melalui berbagai media harus terus diikuti IKM yang menjadi binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Di samping promosi, fasilitasi yang perlu dilakukan adalah menciptakan dan memperluas pangsa pasar. “Salah satu kunci keberhasilan IKM adalah promosi dan pemasaran. Saya kira itu sudah dilakukan dinas,” kata Ndari, sapaan akrabnya. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita