Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaga Sumbu Filosofis Aman dari Kebakaran, Damkarmat Kota Jogja Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran, DPRD Kota Jogja Dukung Pengadaan Hidran Kering

Iwan Nurwanto • Senin, 9 Desember 2024 | 19:33 WIB
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid. Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid. Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja.

JOGJA - Pemerintah kota (pemkot) Jogja berupaya menjaga kawasan sumbu filosofis dari bencana kebakaran. Salah satu upayanya dilakukan dengan simulasi penanganan kebakaran yang melibatkan sektor swasta hingga masyarakat pada Senin (9/12/2024).

Pantauan Radar Jogja, skenario simulasi dilakukan dengan adanya sebuah keluarga yang selesai menginap di hotel lalu mengalami kendala pada kendaraannya. Adegan berlanjut dengan kendaraan yang mengalami kebakaran. Lalu dilakukan penanganan bersama dengan pihak hotel dan masyarakat hingga berhasil memadamkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja Taokhid mengatakan, simulasi penanganan kebakaran tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan sekaligus penanganan kebakaran. Khususnya di kawasan sumbu filosofis sebagai salah satu cagar budaya yang sudah diakui oleh UNESCO.

“Kegiatan ini sebagai upaya menjaga kawasan cagar budaya agar nilai filosofisnya tidak hilang,” ujar Taokhid di sela simulasi.

Taokhid menambahkan, adanya simulasi itu juga bertujuan untuk membangun sinergitas seluruh komponen yang ada di kawasan sumbu filosofis. Baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Sehingga kejadian kebakaran pun bisa ditangani sebelum petugas damkar tiba di lokasi.

Dia menilai, kawasan sumbu filosofis di Yogyakarta memang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi. Itu tidak lepas dari padatnya penduduk sekaligus tingginya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Terlebih banyak aktivitas wisatawan yang kemungkinan menyebabkan kebakaran. Misal membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami akui di kawasan sumbu filosofis faktor risiko kebakarannya cukup banyak,” ungkap Taokhid.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengapresiasi kegiatan simulasi penanganan kebakaran di kawasan sumbu filosofis tersebut. Bahkan legislatif akan berusaha agar kegiatan tersebut bisa dilakukan setahun tiga kali. Sebagai upaya mendukung target program Jogja Aman Kebakaran di tahun 2025.

Bambang menilai, upaya antisipasi dan peningkatan infrastruktur kebakaran memang perlu digencarkan di Kota Jogja. Sebab pada tahun 2023 tercatat ada 96 kasus kebakaran. Sementara untuk tahun ini hingga bulan November sudah terjadi 59 kasus kebakaran.

Lebih lanjut, dia pun memastikan bahwa Komisi C DPRD Kota Jogja juga telah mendukung pengadaan hidran kering pada tiap kampung.

Sehingga kemudian penanganan kebakaran pada tiap wilayah bisa lebih optimal.

“Kami dukung kegiatan dinas kebakaran, agar pada tahun 2025 Jogja aman dari kebakaran,” tegas Bambang. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Damkarmat Kota Jogja #Kebakaran #Sumbu #Filosofis #UNESCO