RADAR JOGJA - Sentra Kulit Manding yang berada di Kalurahan Sabdodadi, Bantul, dikembangkan kembali. Sepanjang 2024 ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY telah melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan. Antara lain peningkatan produksi dengan pelatihan teknis produksi dan pendampingan diversifikasi produk.
“Kami juga adakan peningkatan aspek manajemen melalui pelatihan manajemen,” ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Syam Arjayanti Minggu (8/12/2024).
Instansinya, lanjut Syam, juga meningkatkan aspek pemasaran melalui temu mitra dan fasilitasi dengan mengikuti pameran Jogja Desain Week dan Pameran ILF di Jakarta. Di samping itu juga ada kegiatan pelatihan ekspor, pendampingan ekspor dan pembuatan video promosi.
Dilanjutkan fasilitasi untuk registrasi marketplace internasional lengkap dengan pendampingannya. Semua kegiatan pembinaan itu dibiayai dengan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perindustrian RI.
Selain itu, untuk peningkatan aspek pemanfaatan teknologi produksi, tahun ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY telah membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kulit Manding. Tak lama lagi UPT itu akan berubah nama menjadi Ndalem Kulit Jogja yang dilengkapi dengan berbagai peralatan dan mesin modern pendukung produksi produk kulit. Ndalem Kulit Jogja akan diresmikan pada Kamis (12/12/2024) lusa.
Ndalem Kulit Jogja beralamatkan di Jalan Parangtritis Km 11 No. 3 Manding, Sabdodadi, Bantul. Ndalem Kulit Jogja ini akan memberikan layanan kepada industri kecil menengah (IKM) kulit di sentra kulit Manding maupun IKM dari sentra kulit yang lain se-DIY. “Layanan yang kami berikan berupa produksi, edukasi dan layanan promosi,” terang Syam.
Sejak beberapa tahun lalu, Manding juga berkembang menjadi desa wisata dan berhasil mengembangkan aneka produk kerajinan kulit. Mulai dari tas, dompet, pigura, gantungan kunci, sabuk, sampai jaket kulit. Saat ini, sudah ada lebih dari 100 pengrajin kulit yang ada di Manding.
Sebagai sentra industri kulit, ada beberapa hambatan dan kendala. Di antaranya, kurangnya promosi, infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya masih perlu ditingkatkan. Kurangnya tenaga unggul dan terampil dalam memproduksi kerajinan kulit berakibat pada produktivitas tenaga kerja rendah. Itu menyebabkan target produksi yang diharapkan tidak tercapai.
Di samping Sentra Kulit Manding, pada 2024 ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY juga memberikan pembinaan serupa ke Sentra Kulit Keparakan, Mergangsan, Yogyakara. Bedanya pembinaan ke Sentra Kulit Keparakan dibiayai dengan dana keistimewaan.
Anggota Komisi B DPRD DIY Imam Priyono Dwi Putranto menyambut positif bakal diresmikannya Ndalem Kulit Jogja yang berpusat di Manding. Diingatkan, pengembangkan sentra kulit di Manding maupun Keparakan menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya, masyarakat setempat membutuhkan pendidikan dan pelatihan lebih lanjut. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan membuat kerajinan kulit dan menjalankan bisnis.
“Kendala lainnya terbatasnya pasar dan bahan baku yang harus didatangkan dari luar DIY untuk memenuhi permintaan konsumen,” ujar Imam. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita