Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati 199 Tahun Pecahnya Perang Jawa, Warga Tegalrejo Kirab Pusaka Tongkat Kiai Cokro Peninggalan Pangeran Diponegoro

Gregorius Bramantyo • Senin, 9 Desember 2024 | 03:59 WIB

 

 

KENANG PERJUANGAN: Bregada mengarak replika tongkat pusaka Kiai Tjokro dalam kirab budaya memperingati 199 tahun penyerbuan Ndalem Diponegoro di kawasan Kelurahan Tegalrejo, Kota Jogja
KENANG PERJUANGAN: Bregada mengarak replika tongkat pusaka Kiai Tjokro dalam kirab budaya memperingati 199 tahun penyerbuan Ndalem Diponegoro di kawasan Kelurahan Tegalrejo, Kota Jogja
 

JOGJA - Warga Kelurahan Tegalrejo, Kota Jogja menggelar kirab pusaka Tongkat Kiai Cokro peninggalan Pangeran Diponegoro Minggu (8/12/2024). Kirab pusaka ini digelar dalam rangka memperingati 199 tahun pecahnya Perang Jawa.

Ketua pelaksana Priyagung Dhemi Widiakongko mengatakan, kegiatan ini merupakan format baru dari peringatan yang sebelumnya lebih difokuskan pada acara memerti atau mengenang peristiwa bersejarah tersebut. Misalnya membuat gapura atau membuat patung pengingat. Namun ketika masyarakat sudah mulai antusias, kegiatan peringatan berubah format menjadi pengetan (peringatan). “Kami buat pengetan ini untuk memberikan kobaran semangat para warga agar melanjutkan perjuangan Pangeran Diponegoro,” katanya.

 Baca Juga: Partisipasi Pemilih di Gunungkidul Cenderung Rendah saat Pilkada, Ini Penjelasan KPU

Kirab pusaka ini melibatkan replika Tongkat Kiai Cokro yang diambil dari trah keluarga Pangeran Diponegoro. Pusaka tersebut diserahkan kepada pemuka wilayah Tegalrejo, yakni mantri anom, lalu diteruskan kepada lurah Tegalrejo. Kemudian diberikan kepada Bregada Manggolo Yudho untuk dikirabkan keliling kampung Tegalrejo.

Perjalanan kirab sepanjang 3,2 kilometer ini dimulai dan diakhiri di Pendopo Diponegoro, tempat Pangeran Diponegoro dahulu berjuang dan bertahan melawan Belanda. Di lokasi tersebut, masih berdiri tembok bersejarah yang pernah dijebol oleh sang pangeran untuk meloloskan diri saat dikepung tentara Belanda.

"Pendopo Diponegoro memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena di sini, Pangeran Diponegoro memulai perjuangannya. Kami ingin menjaga dan mengenang tempat ini sebagai simbol semangat perjuangan," ujar Priyagung.

Selain kirab pusaka, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pementasan seni yang melibatkan seluruh warga Kampung Tegalrejo. Sebanyak 629 warga dari 16 RT turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Dia berharap, acara kirab pusaka ini dapat meneruskan semangat perjuangan Pangeran Diponegoro kepada generasi penerus. Apalagi Kampung Tegalrejo mewarisi lokasi yang dulunya bekas perjuangan Pangeran Diponegoro.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami harap bisa lebih menggali potensi seni yang dimiliki oleh warga. Karena kampung ini sudah termasuk kampung budaya, dan kami ingin memberikan panggung bagi warga untuk menampilkan potensinya,” ucap Priyagung.

 

Perwakilan Trah Pangeran Diponegoro Roni Sodewo mengapresiasi, semangat masyarakat Tegalrejo yang selalu menjaga dan mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro. Tidak hanya mengenang Pangeran Diponegoro, tetapi juga mengenang perjuangan kepahlawanan warga Tegalrejo. “Karena pada saat itu Pangeran Diponegoro tidak bergerak sendirian, tapi dibantu oleh warga Tegalrejo,” katanya.

Tongkat Kiai Cokro sendiri, menurut Roni, adalah simbol kepemimpinan dan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan Belanda. Tongkat yang kini menjadi pusaka berharga ini sebelumnya disimpan di Belanda. Namun akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 2015 lalu dan disimpan di Museum Nasional.

Dia berharap, Tongkat Kiai Cokro menjadi pusaka dan simbol dari kebersamaan warga Tegalrejo untuk selalu menjaga semangat Pangeran Diponegoro dan semangat nenek moyang mereka ketika membantu Pangeran Diponegoro 199 tahun lalu.

“Mudah-mudahan di peringatan 199 tahun pecahnya Perang Jawa ini, masyarakat Tegalrejo masih mau memelihara dan menjadikan semangat Diponegoro sebagai sebuah inspirasi,” tandas Roni. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Tongkat Kiai Cokro #museum nasional #warga #Tegalrejo #Kota Jogja #peringatan #peninggalan #bregada #Belanda #Menggelar #kelurahan #pementasan seni #perjuangan #perang jawa #kirab pusaka #Pangeran Dipenegoro #Indonesia #Pusaka