JOGJA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja terus berkomitmen untuk melestarikan berbagai adat dan tradisi di masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap upacara adat Sedekah Toyam Sanggar Cakra Adiluhung.
Kegiatan upacara adat sedekah toyam digelar di pinggir Sungai Winongo. Tepatnya di Sanggar Cakra Adiluhung di Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Jogja, Jumat (6/12/2024). Upacara adat itu dikemas dengan berbagai tari-tarian tradisional dan karawitan.
Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Kota Jogja Retno Yuliani mengatakan, upacara sedekah toyam sendiri memiliki makna dan tujuan menjaga Sungai Winongo. Sehingga kemudian, salah satu sungai terpanjang di Kota Jogja ini bisa terus lestari dan terjaga kebersihannya.
Retno menegaskan, pihaknya terus berkomitmen mendukung kelestarian berbagai upacara adat di masyarakat. Agar kegiatan adat khas masyarakat Kota Jogja bisa terus hadir dan diselenggarakan serta semakin dikenal generasi muda untuk ikut nguri-nguri kabudayan.
"Sehingga kemudian generasi muda tidak hanya mendengar cerita atau menonton lewat internet saja, namun juga bisa melihat langsung dan terlibat. Lalu timbul rasa cinta terhadap budayanya,” ujar Retno di sela acara.
Ketua panitia sekaligus ketua Sanggar Cakra Adiluhung Raden Tumenggung Arka Wira Dipura menyampaikan terima kasih atas dukungan Disbud Kota Jogja dalam penyelenggaraan upacara adat sedekah toyam. Menurutnya, hal itu merupakan keterlibatan langsung pemerintah dalam pelestarian budaya.
Dia menilai, keterlibatan berbagai pihak dalam pelestarian kearifan lokal masyarakat memang sangat diperlukan. Terlebih dalam upacara adat sedekah toyam yang sudah menjadi tradisi masyarakat pinggir Sungai Winongo.
Arka menjelaskan, upacara adat sedekah toyam sendiri merupakan salah satu upaya dari masyarakat untuk menjaga kelestarian Sungai Winongo. Tujuannya agar ekosistem sungai tetap terjaga dan tidak menjadi tempat untuk membuang sampah.
"Di satu sisi potensi budaya di pinggir Sungai Winongo ini juga sangat komplet. Ada tarian, ada pedalangan, harapannya kegiatan sedekah toyam bisa berlanjut setiap tahun agar anak-anak muda bisa mengenal upacara adat di sini," katanya. (*/inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita