Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polisi Sempat Tutup Arah Jalan Kusumanegara di Perempatan Gondomanan Jogja, Antisipasi Konflik Lebih Besar dan Jaga Kondusivitas Kota Jogja saat Aksi

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 7 Desember 2024 | 05:30 WIB
AMAN: Suasana sekitar Asrama Kamasan di Jalan Kusumanegara Jogja yang masih dijaga pihak kepolisian.
AMAN: Suasana sekitar Asrama Kamasan di Jalan Kusumanegara Jogja yang masih dijaga pihak kepolisian.

JOGJA - Polresta Jogja mengerahkan sejumlah personel untuk menutup jalan di perempatan Gondomanan, dari arah barat menuju timur. Hal itu dilakukan untuk membatasi massa aksi ormas Front Jihad Islam (FJI) yang akan mendatangi Asrama Kamasan di Jalan Kusumanegara.

Aksi ini merupakan buntut dari kericuhan aksi Free West Papua di Jogja beberapa hari lalu. Dengan menggunakan satu mobil komando dan diiringi puluhan kendaraan, ormas FJI bergerak sekitar pukul 13.30 dari titik kumpul Masjid Gedhe Kauman, Jogja.

Di simpang empat Gondomanan itu, ratusan personel polisi telah berjaga dan membuat sekat hingga menutup jalan. Hal itu sengaja dilakukan agar massa aksi tidak jadi sampai di Asrama Kamasan.

"Kami menghindari konflik yang lebih besar lagi, demi kondusivitas Kota Jogja," ujar Kapolres Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma saat ditemui di sekitar Titik Nol Kilometer, Jogja Jumat (6/12/2024).

Massa ormas FJI pun tampak mengikuti arahan kepolisian. Akhirnya mereka melakukan orasi di perempatan Gondomanan dengan penjagaan ketat polisi. Jalanan sempat mengalami kemacetan beberapa saat karena kendaraan dari barat tidak diperbolehkan melintas ke timur.

"Sekitar pukul 14.30 massa sudah kembali dan (lalu lintas) kembali normal. Jumlahnya (massa FJI) sekitar 100 orang," tutur perwira polisi ini.

Ratusan personel terbagi di beberapa titik. Di sekitar Titik Nol Km dan area Asrama Kamasan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi apabila ada massa yang langsung ke Asrama Kamasan dan menghindari adanya aksi tandingan ataupun reaksi dari penghuni Asrama Kamasan. "Kami terjunkan 552 personel kepolisian," tambahnya.

Ia juga mengimbau kepada warga Kota Jogja agar selalu menjaga kondusivitas. Dengan tegas ia mengatakan, jangan sampai adanya banyak demo mempengaruhi kenyamanan wisatawan yang akan berkunjung di Jogja saat momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono juga telah mendapatkan informasi adanya akasi yang dilakukan FJI. Ia kembali menegaskan, aksi dan penyampaian suara diperbolehkan namun dengan tetap menjaga kondusivitas. (oso/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#personel #Titik Nol Kilometer #Front Jihad Islam #nataru #ormas #Perempatan #Gondomanan #massa aksi #Polresta Jogja #Free West Papua #Jalan Kusumanegara #FJI #DIY #Sekretaris Provinsi #aksi #natal 2024 dan tahun baru 2025 #Asrama Kamasan #Jogja #jalan