JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ memprediksi jalur masuk DIJ sisi timur berpotensi terjadi penumpukan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Terutama di kawasan Prambanan, Sleman. Alasannya dengan mulai dibukanya fungsional tol sampai di Klaten, Jawa Tengah.
"Kami mengatur pendataan kaitannya dengan pintu masuk. Tahun ini sepertinya yang utama menjadi pintu masuk jogja dari Timur," ujar Plt Dishub DIJ Wiyos Santoso saat ditemui awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (5/12).
Adanya pembukaan fungsional tol di timur Prambanan menambah kemudahan akses bagi masyarakat yang datang ke Jogja. Menurut informasi yang ia dapat, mulai 20 Desember tol sudah dibuka, namun hanya untuk siang hari dan diperkirakan masih gratis.
"Jadi sampai 3 Januari secara fungsional dibuka untuk menyambut Nataru. Kami titik beratkan di arah Timur karena berpotensi kendaraan menumpuk di Prambanan," bebernya.
Mengantisipasi itu, ia berkoordinasi dengan Dishub Sleman untuk bekerjasama memantau pergerakan kendaraan di area tersebut. Ia juga memperkirakan traffic light di kawasan Prambanan berpotensi antrian panjang kendaraan. "Kami juga berharap bisa bekerjasama dengan Klaten. Karena pintu tol berada di barat Klaten," jelasnya.
Ia juga akan mendirikan posko pengamanan Nataru di seluruh pintu masuk DIJ seperti di Prambanan dan Piyungan. Berkaca pada tahun sebelumnya, daerah Piyungan juga berpotensi terjadi penumpukan.
Namun, ia belum bisa memperkirakan jumlah mobilitas kendaraan yang akan hilir mudik di DIJ. "Namun yang pasti banyak transportasi akan penuh seperti pesawat ataupun kereta, terutama kendaraan roda empat," tegasnya.
Kepala Bidang Pengedalian dan Operasional Dishub DIJ Sumariyoto menambahkan, petugas Dishub akan ditugaskan melakukan pantaun dengan mendirikan posko Prambanan dan Piyungan. Ia juga memprediksi jumlah kendaraan yang masuk di Prambanan meningkat karena faktor dibukanya gerbang tol sebelah timur Prambanan. "Kemudahan akses menjadi faktor tingginya angka mobilitas kendaraan," tuturnya.
Editor : Heru Pratomo