JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menilai perlunya mewaspadai volume air di Gunung Merapi karena curah hujan yang tinggi. Hal itu berpotensi terjadinya lahar hujan di daerah lereng.
Lahar hujan merupakan bencana banjir besar dan cepat yang terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi. Material vulkanik tersebut berupa pasir, abu, bebatuan, dan kayu.
"Curah hujan yang tinggi sehingga volume air di puncak Merapi itu sudah menjadi 30 juta meter kubik, itu akan berefek terjadinya lahar hujan," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (5/12).
Ia juga mengatakan bencana tersebut berpotensi membahayakan jika mencapai sungai-sungai besar di selatan Gunung Merapi. Namun, sampai saat ini menurutnya peningkatan volume air masih di bawah ambang batas dan belum masuk ke selatan. "Jika lahar hujan itu sampai dari hulu ke hilir tentu saja sungai-sungai yang berhulu dari Merapi akan terjadi peningkatan (volume)," tuturnya.
Ia menyebut hingga saat ini belum ada dampak dari lahar hujan. Namun, ia menurutnya masyarakat perlu waspada dengan potensi bencana itu. Masyarakat juga diminta selalu siaga dengan potensi bencana-bencana Hidrometeorologi lainnya.
"Untuk status siaga darurat bencana hidrometeorologi kan kami sudah perpanjang SK-nya dari 24 November sampai 2 Januari," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG yang ia dapat, Wilayah DIJ memasuki musim hujan bersamaan La Nina lemah. La Nina lemah adalah fenomena anomali iklim global yang diakibatkan oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mendingin, lebih dingin dari biasanya.
Fenomena itu berpotensi mengakibatkan berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung."Curah hujan tinggi sudah memasuki La Nina lemah di dasarian 1, 2, 3 di bulan November," bebernya.
BPBD DIJ memberikan bantuan kedaruratan dalam bentuk logistik kepada masyarakat terdampak. Selain pengadaan bronjong, pihaknya juga sedang melakukan pengadaan seng untuk atap bagi rumah terdampak. (oso)
Editor : Heru Pratomo