RADAR JOGJA - Nama Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal sebagai Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, kontroversinya muncul setelah sebuah video viral menunjukkan dirinya mengolok-olok pedagang es teh.
Meski telah menyampaikan permintaan maaf, netizen tetap mengkritik dan memberi desakan agar dirinya dicopot dari jabatan Utusan Khusus Presiden semakin deras.
Saat ini, Gus Miftah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden di Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Namun, sejumlah pihak menilai sikap dan tindakannya tidak mencerminkan sosok yang layak untuk posisi tersebut.
Kasus pedagang es teh ini pun menjadi pemicu untuk kembali mengungkap sejumlah kontroversi lainnya yang pernah melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji ini.
Berikut deretan kontroversi Gus Miftah yang kini ramai dibahas di tengah polemik:
1. Bagi-Bagi Uang Saat Kampanye
Salah satu momen kontroversial Gus Miftah adalah saat ia terlihat membagikan uang di tengah kampanye.
Publik menilai aksi ini termasuk pelanggaran hukum karena tergolong tindak pidana.
2. Menoyor Kepala Istri di Depan Umum
Dalam sebuah video yang sempat viral, Gus Miftah terlihat menoyor kepala istrinya di depan umum.
Ia berdalih bahwa tindakan tersebut hanyalah candaan, namun publik tetap mengecam aksi yang dianggap tidak pantas itu.
3. Dakwah di Gereja
Aksinya berdakwah di gereja menuai kritik keras dari berbagai pihak.
Tindakan itu dianggap melampaui batas toleransi antarumat beragama.
Namun, bukannya meminta maaf, Gus Miftah justru menegaskan bahwa aksinya hanyalah bentuk orasi.
4. Tudingan Menghina Pendakwah Lain
Kontroversi ini terjadi saat Gus Miftah menggelar pagelaran wayang di Pondok Pesantren Ora Aji.
Acara tersebut memicu keributan karena dianggap menghina salah satu pendakwah ternama, Ustaz Khalid Basalamah.
5. Mengolok Pedagang Es Teh
Kasus yang paling baru adalah hinaannya terhadap seorang pedagang es teh.
Dalam video yang viral, Gus Miftah terlihat melontarkan umpatan kepada penjual tersebut di depan banyak orang.
Publik mengecam tindakan ini sebagai sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ulama.
Setelah peristiwa penghinaan terhadap pedagang es teh, publik semakin gencar menyuarakan agar Gus Miftah dicopot dari jabatannya sebagai utusan presiden.
Bahkan, ada seruan untuk menghapus gelar “Gus” dari namanya sebagai bentuk protes atas tindakannya yang dianggap mencoreng citra ulama.
Kontroversi yang terus bermunculan membuat Gus Miftah berada di tengah pusaran kritik tajam.
Akankah desakan publik ini membuahkan hasil? Atau, apakah ia akan bertahan dengan posisinya saat ini? Hanya waktu yang akan menjawab.