KULON PROGO – Atlet-atlet arung jeram internasional ambil bagian dalam International Rafting Federation (IRF) Asia Pasific yang dibuka, Selasa (3/12) dan akan berlangsung hingga 7 Desember mendatang. Kegiatan yang dihelat di Sungai Progo ini juga diikuti atlet-atlet lokal.
Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY Agus Langgeng Basuki menyampaikan, ada 250 peserta dari 30 tim yang berlaga. Di antara 30 tim ini ada dua tim dari Malaysia dan Nowegia. Terdapat enam kelas yang dipertandingkan.”Tahun ini ada kelas baru yakni kayak dan speed kano," ujarnya di sela pembukaan acara di Gerbang Samudra Raksa.
Enam kelas yang dilombakan adalah R4 men & women open international rafting race, R4 mix open regional rafting race, men women open river boarding, R4 men & women national rafting race, men & women open kayak race, dan R4 resceu team competition. “Kelas race akan mempertandingkan sprint race, head to head race, slalom race, dan down river race,” tambahnya.
Salah satu peserta asal Malaysia Aijizad sangat antusias mengikuti ajang ini. Menurutnya, di Indonesia banyak sungai yang layak ditaklukan. Sungai Progo dinilai cocok untuk arung jeram. Sebabarus Sungai Progo termasuk deras, dan ketinggian gelombang mendukung olahraga adrenalin arung jeram.
Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito menjelaskan, IRF dikembangkan untuk memperkenalkan sport tourism di Kulon Progo. Melalui pendampingan dari Dinpar Kulon Progo, wisata arung jeram di Kalibawang akan dilaksanakan secara reguler. Wisata akan dikelola empat kalurahan, yakni Banjarharjo, Banjarasri, Banjararum, dan Banjaroyo. “Gerbang Samudra Raksa juga akan diaktifkan kembali untuk mendukung wisata yang ada,” jelasnya. (gas/din)
Editor : Din Miftahudin