JOGJA - Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah di DIJ. Kejadian ini menyusul hujan deras disertai angin kencang berbagai tempat pada Kamis (28/11).
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, dua kejadian tanah longsor terjadi di Kota Jogja. Beberapa rumah warga rusak akibat kejadian ini.
"Longsor di Ngampilan, Jogja mengancam tiga rumah warga. Sedangkan di Suryowijayan menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad saat dikonfirmasi Jumat (29/11).
Hujan lebat disertai angin kencang juga terjadi di Kabupaten Bantul. Delapan kalurahan terdampak meliputi Pundong, Jetis, Bambanglipuro, Srandakan, Piyungan, Kretek, Dlingo dan Sedayu. "Total empat rumah terdampak, tiga akses jalan dan jaringan internet," tuturnya.
Selanjutnya di Kabupaten Sleman, cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon tumbang di Kalanewon Sleman dan Gamping. Pohon tumbang di Sleman mengenai jaringan listrik, sedangkan di Gamping menimpa jaringan telepon.
"Kulon Progo dan Gunungkidul juga sama, terjadi pohon tumbang yang menganggu akses jalan," bebernya.
Noviar mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal itu karena potensi bencana hidrometeorologi terjadi beberapa hari ke depan.
"Kami bersama BPBD di wilayah selalu berkoordinasi untuk melakukan penanganan darurat," jelasnya.
Cuaca ekstrem yang melanda DIJ itu diantisipasi dengan perpanjangan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga Januari. Surat keputusan (SK) gubernur DIJ telah terbit.
Selanjutnya SK bupati Kulon Progo dan Sleman juga telah diterbitkan. "Untuk Kota Jogja, Bantul, dan Gunungkidul masih dalam proses pengajuan," bebernya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo