JOGJA – Ribuan audiens yang didominasi perempuan, memadati Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM), Kamis (28/11). Kehadiran mereka mendengarkan paparan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.
Arifatul menyampaikan ragam isu seputar perempuan dan anak. Salah satunya, pentingnya perempuan untuk memiliki kemandirian ekonomi, dan juga ruang aman bagi perempuan dan anak. Alumni UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta tersebut berujar, untuk menciptakan ruang aman dan setara, ia menginisiasi program bertajuk Ruang Bersama Merah Putih. Ruang bersama akan memfasilitasi ragam minat dan kebutuhan perempuan dan anak.”Program ini berbasis desa dan akan diterapkan di seluruh Indonesia," katanya.
Dalam ruang bersama tersebut, nantinya para perempuan dan anak akan difasilitasi berbagai hal. Mulai dari dikenalkan permainan tradisional berbasis lokal bagi anak, hingga fasilitasi UMKM untuk mendukung perekonomian para perempuan.
Dia juga mencanangkan untuk menggandeng kementerian lain sebagai kolaborator. Termasuk kementerian pendidikan, dan kementerian kebudayaan. Dari kementerian pendidikan, nanti memminta mahasiswa sebelum lulus untuk mengabdi di Ruang Bersama Merah Putih tersebut," ujarnya.
Lalu dari segi kebudayaan, para perempuan dan anak akan diedukasi soal kesenian dan budaya. Itu penting untuk mengasah minat bakat mereka. Gagasan Ruang Bersama Merah Putih tersebut akan mulai soft launching di 6 titik awal, pada 22 Desember mendatang."Bertepatan dengan Hari Ibu. Itu bukan cuma sebagai momentum, tapi sebagai gerakan perempuan Indonesia," serunya.
Enam titik itu meliputi Tangerang, Jambi, Kalimantan Selatan, Gorontalo, NTT, dan Jawa Timur. Untuk DIY dinilainya sudah bagus sekali. Tapi dilakukan bertahap dan pemerataan secara berkala.
Baca Juga: Siswa MTsN 4 Bantul Lolos Kompetisi Roket Air Nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIJ Erlina Hidayati Sumadi juga mendukung penuh program yang digagas kementerian PPPA tersebut."Kami sudah menyiapkan untuk DIJ, kami ada program yang serupa, dan kami siap mendukung program nasional tersebut," serunya.
Diakuinya bahwa DIJ memang telah memiliki program senada, salah satunya yakni program yang bernama Desa Prima. Yakni program pemberdayaan bagi perempuan dari sisi ekonomi."Ini akan makin gencar untuk pemberdayaan desa, sosialisasi sudah kami sampaikan ke gubernur, tinggal tindak lanjut ke lapangannya," urainya.
Lebih lanjut, untuk mendukung program ruang bersama merah putih. Erlina menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat desa yang akan menjadi pilot project."Kami siapkan Wedomartani dan Pandowoharjo di Sleman, serta Tanjungharjo dan Banjarharjo di Kulonprogo," bebernya. (iza/din).
Editor : Din Miftahudin