Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pameran Annual Museum Exhibition (AMEX) Kembali Digelar di Museum Sonobudoyo, Sajikan Figur Mitologi, Tarik 11.454 Pengunjung

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 28 November 2024 | 14:50 WIB
JAGA EKSISTENSI: Pengunjung mengamati karya yang dipajang dalam pameran tahunan Annual Museum Exhibition (AMEX) di Museum Sonobudoyo.
JAGA EKSISTENSI: Pengunjung mengamati karya yang dipajang dalam pameran tahunan Annual Museum Exhibition (AMEX) di Museum Sonobudoyo.

JOGJA - Pameran Annual Museum Exhibition (AMEX) kembali digelar di Museum Sonobudoyo. Pameran ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun museum yang berdiri sejak 6 November 1935.

Tema pameran AMEX 2024 yakni Meet The Myth: From Mythology to Art and Sustainbility. Menyajikan figur mitologi yang keberadaannya sering dimunculkan dalam folklore, legenda, dan fabel. Berhasil menarik belasan ribu pengunjung untuk hadir.

"Update terkahir hingga Selasa (26/11/2024), (ada, Red) 11.454 pengunjung," ujar Kepala Museum Sonobudoyo Ery Sustiyadi Rabu (27/11/2024).

Pameran, lanjuntya, berlangsung sejak 6 November hingga 31 Desember. Selain figur mitologi, pengunjung juga bisa menikmati program lainnya. Seperti talkshow Peran Mitos dalam Tatanan Sosio Kultural Masyarakat. Selain itu juga terdapat tour karya bagi pengunjung dan difabel.

 Baca Juga: Viral! Warganet Pergoki Tempat Makan di Bawah Jembatan Ampera Palembang Mencuci Piring dengan Air dari Sungai Musi yang Kotor Penuh Sampah

"Ada diskusi menarik yakni Garuda: Dari Mitos ke Lambang Negara," tuturnya.

Pengunjung juga bisa membuat game berbasis aplikasi. Program tersebut didampingi oleh mahasiswa dari Amikom Jogjakarta dengan judul program Lokakarya Pembuatan Game Mythollgical berbasis aplikasi Construct.

"Program terakhir yakni Seminar Relevansi Figur Zoomorfik Antropomorfik dalam Unsur Seni Modern dan Kontemporer," bebernya.

Pameran ini juga menyinggung tentang aspek sustainability. Terutama menyangkut isu ekologi dan kelestarian alam. Pada era modern ini, eksistensi sebuah mitos sering kali bertautan dengan isu kelestarian alam. Menciptakan harmoni dan kesinambungan antara warisan budaya dengan tantangan lingkungan.

"Figur mitologi tidak terlepas dari mitos yang melingkupinya, dan narasinya sering memuat aspek simbolik dan nilai sosio-kultural," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakhsmi Pratiwi mengatakan, pada zaman modern saat ini, pengetahuan mitos-mitos di luar logika semakin ditinggalkan. Padahal menurutnya, mitos sejatinya merupakan wujud kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai, norma, dan pengetahuan.

"Dalam setiap kebudayaan, banyak mitos yang secara spesifik diciptakan sebagai media, untuk mengajarkan hal-hal yang dianggap penting bagi kebudayaan. Sebagai pengingat dan kebijaksanaan," urainya.

Dia mencontohkan adanya mitologi roh atau dewa di hutan belantara, sungai ataupun gunung yang sering diceritakan masyarakat desa secara turun-temurun. Roh tersebut tak segan akan menghukum manusia yang nekat menerobos masuk dan merusak tempat tinggalnya.

"Eksistensi mahluk mitologi inilah yang secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk menghormati alam, dan tidak mengeksploitasi sumber daya secara berlebihan, serta mengajarkan untuk menghindari perilaku serakah," bebernua.

Pameran tersebut menjelaskan sosok mitologi berkaitan dengan peran, fungsi, dan nilai budaya yang melingkupinya. Selain itu, juga mengangkat aspek simbolik dan pemaknaan eksistensinya dalam tatanan sosio-kultural masyarakat.

"Mitologi dan mitos divisualisasikan dalam beragam seni dan ornamentasi bentuk klasik, modern, dan kontemporer, termasuk koleksi yang bertemakan garuda," sebutnya. (*/oso/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#update #legenda #mitologi #Garuda #2024 #Sustainability #warisan #ASPEK #kembali #teknologi #Budaya #pengunjung #museum #Dinas Kebudayaan DIY #isu #museum sonobudoyo #memperingati #Folklore #AMEX #november #Annual Museum Exhibition #Pameran #zaman #program #Amikom Jogjakarta #talkshow #Lokakarya #Difabel #game #kearifan lokal #kepala #Digelar #figur #kelestarian alam #Ulang Tahun #Tour #desember