JOGJA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY serta stakeholder terkait menggelar High Level Meeting dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025, Senin (25/11/2024). Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan ketersediaan pasokan dan harga komoditas di DIY dalam menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Perwakilan BI DIY Ibrahim mengatakan, tekanan inflasi DIY cenderung meningkat menjelang akhir tahun. Faktor penyebabnya baik dari sisi permintaan konsumen maupun meningkatnya kebutuhan menyambut hari raya. Serta momentum liburan di akhir tahun.“Dari sisi penawaran, pasokan komoditas tanaman pangan dan hortikultura cenderung berkurang seiring masa panen raya yang telah berlalu,” katanya, Senin (25/11/2024).
Oleh karena itu, setidaknya ada lima rekomendasi darinya terkait upaya pengendalian inflasi jangka pendek dari hulu, tengah, hingga hilir.Rekomendasi pertama adalah mendorong petani untuk tetap berproduksi. Melalui kepastian penyerapan pasokan, pengelolaan ekspektasi produsen, pendampingan dan fasilitasi peningkatan produksi dan kualitas."Kemudian memperkuat data neraca pangan untuk memudahkan tracking komoditas pangan strategis yang mendukung kerjasama antar daerah (KAD)," ucap Ibrahim.
Rekomendasi ketiga adalah penyerapan excess supply komoditas strategis melalui dukungan peran BUMD Taru Martani dan Bulog. Termasuk mengoptimalkan peran aparatur sipil negara (ASN) yang disinergikan dengan gerakan sosial di masyarakat.
Kemudian pengembangan inovasi sarana pertanian digital dan pengaturan pola tanam. Termasuk mendorong hilirisasi pangan berkelanjutan dengan didukung penguatan infrastruktur dan rantai pasok.
Rekomendasi terakhir adalah melakukan komunikasi secara periodik kepada masyarakat terkait belanja bijak. “Diharapkan juga ada koordinasi dan pengawasan berkala dan terstruktur untuk menjamin ketersediaan hingga distribusi BBM dan elpiji di masyarakat,” ujar Ibrahim.
Badan Pusat Statistik (BPS DIY mencatat, Indeks harga Konsumen (IHK) DIY bulan Oktober 2024 tercatat inflasi sebesar 0,09 persen secara bulanan. Sehingga secara kumulatif mencapai 0,57 persen year-to-date. Dengan perkembangan tersebut, inflasi secara year-on-year sebesar 1,57 persen.
Adapun inflasi tertinggi di 2024 yaitu sebesar 0,43 persen secara bulanan yang disumbang saat periode Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H. “Komoditas yang memiliki bobot atau andil yang besar serta komoditas yang memiliki gejolak harga yang tinggi atau fluktuatif perlu diwaspadai dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Nataru 2024,” jelas Kepala BPS DIY Herum Fajarwati.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyebut, pentingnya peranan sinergi antar lembaga dan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi. Sehingga mendukung kinerja ekonomi, keterjangkauan harga komoditas dan daya beli masyarakat.
su-isu strategis terutama terkait pengelolaan sampah juga perlu mendapat perhatian serius dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin kenyamanan seluruh masyarakat. “Mengingat sektor pariwisata merupakan sektor penggerak ekonomi utama di DIY,” katanya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin