JOGJA - Inspektorat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) dengan mengadakan event di Galeria Mall. Dalam kegiatan yang digelar 22-24 November ini, salah satunya area foto yang dikemas seakan-akan mereka berada di dalam jeruji penjara lengkap dengan rompi oranye.“Kami ingin menyampaikan pesan-pesan antikorupsi dengan cara yang kreatif," ujar Asisten Sekprov Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ Tri Saktiana, Minggu (24/11).
Konsep photo boot tersebut sengaja dibuat untuk mengingatkan para pejabat dan seluruh masyarakat akan dampak yang akan ditanggung apabila melakukan tindakan korupsi. Hal itu diharapkan bisa diresapi oleh para pengunjung dan tertanam mental anti korupsi.
"Upaya kampanye bersama untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia," tuturnya.
Inspektur DIY Muhammad Setiadi menambahkan tema yang diambil dalam Hakordia 2024 yakni Ojo Pisan-Pisan Korupsi (Jangan Sekali-kali Korupsi). Selama tiga hari, event tersebut diisi
talkshow, sosialisasi, dan permainan bertema pencegahan korupsi."Sosialisasi tentang bagaimana tindakan pidana korupsi, pencegahan, dan juga gratifikasi," ujarnya.
Baca Juga: RUU Perampasan di Urutan Lima dari 40 Usulan Prolegnas, Bukti Prabowo Serius Lawan Korupsi
Even tersebut kali pertama diadakan. Harapannya, seluruh pengunjung dapat memahami tentang anti korupsi dan tergerak menerapkan nilai-nilai integritas dalam segala aspek pekerjaan.
Setiap bulan, melalui Penyuluh Anti Korupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI) Inspektorat DIJ juga menjalankan program sosialisasi. Program tersebut diberi nama Diskusi Enak Masyarakat Berintegritas (Den Mas Bei)."Mulai dari guru, dosen, aktivis dan seluruh lapisan masyarakat bisa sharing terkait upaya nyata menyebarkan pendidikan anti korupsi," bebernya. (oso/din)
Baca Juga: Didakwa Korupsi, Mantan Dirut PT Taru Martani Jogja Nur Achmad Affandi Dituntut 13 Tahun Penjara
Editor : Din Miftahudin