Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah di Seluruh DIY Butuh Tambahan Guru Bimbingan Konseling (BK), Saat Ini Kemendikbud Sedang Fokus Kembangkan Karakter Siswa

Gunawan RaJa • Senin, 25 November 2024 | 01:03 WIB

 

 

ADAB - Sebelum masuk kelas sejumlah siswa SMP di Jogja terlihat mencium tangan tenaga pendidik
ADAB - Sebelum masuk kelas sejumlah siswa SMP di Jogja terlihat mencium tangan tenaga pendidik
  

JOGJA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang  fokus pada pengembangan karakter siswa melalui kebijakan dan regulasi baru. Namun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), salah satu kendalanya adalah kekurangan jumlah guru Bimbingan Konseling (BK).

Baca Juga: Pilkada Serentak 2024: Sekolah Diliburkan secara Nasional, Para Pelajar Bisa Fokus Menggunakan Hak Pilihnya

Sekretaris Musyawarah Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA se-Provinsi DIJ Eko Yulianto mengatakan peran guru BK di sekolah sangat penting. Yakni membantu siswa mengatasi masalah kekerasan dan dalam pembentukan karakter mereka."Hanya saja jumlah guru BK di Jogjakarta masih kurang," kata Eko, Sabtu  (23/11).

Dalam peraturan Kemendikbud, satu guru BK mengampu 150 siswa. Namun di lapangan belum semua terealisasi. Oleh karena itu pihaknya menyambut baik rencana penambahan guru BK."Idealnya satu sekolah memiliki empat guru BK," ujarnya.

Baca Juga: STTKD Luluskan 691 Wisudawan Jenjang D1-S1, Siap Ditempatkan di Berbagai Daerah Indonesia

Ke depan, juga ada wacana meningkatkan kompetensi guru BK melalui pelatihan yang lebih mendalam.Selain itu, guru-guru non-BK seperti guru kelas dan mata pelajaran juga diberi wawasan dalam mengenai pengembangan karakter siswa.Guru BK akan dilatih lebih intensif untuk menangani masalah psikologis dan sosial siswa. Sementara guru non-BK dilibatkan dalam program pengembangan karakter," jelasnya.

Baca Juga: Anak Zaman Sekarang Cenderung Fokus Dengan Gawai, MUI DIY Dorong Bangun Keluarga Asyik

Masalah kekurangan jumlah guru BK menurutnya tidak hanya dialami DIY. Sekarang, peningkatan kompetensi guru BK sudah mulai diterapkan di wilayah barat Indonesia, seperti Jakarta dan Sumatra, dan wilayah Indonesia Tengah, termasuk DIJ dan Surabaya, segera menyusul.

Guru BK SMP Stella Duce 1 Jogja L Aprilliana Wiwit W mengatakan guru BK disiplin ilmunya psikologi, dan memiliki peran sebagai mediator.Termasuk memberikan bantuan kepada guru mata pelajaran yang belum mengetahui karakteristik siswa dan metode belajar. (gun/din)


Editor : Din Miftahudin
#guru bk #pelajar #pendidikan karakter #bimbingan konseling #Sekolah #Kemendikbud 2024