Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak Zaman Sekarang Cenderung Fokus Dengan Gawai, MUI DIY Dorong Bangun Keluarga Asyik

Iwan Nurwanto • Minggu, 24 November 2024 | 17:08 WIB

 

Jajaran pengurus MUI DIY saat foto bersama dalam kegiatan seminar dan lokakarya Membangun Keluarga Tangguh dan Asyik bagi Anak, Sabtu (23/11/2024).  (DOKUMENTASI HUMAS MUI DIY)
Jajaran pengurus MUI DIY saat foto bersama dalam kegiatan seminar dan lokakarya Membangun Keluarga Tangguh dan Asyik bagi Anak, Sabtu (23/11/2024). (DOKUMENTASI HUMAS MUI DIY)

JOGJA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY mendorong masyarakat untuk membangun keluarga yang tangguh dan asyik. Hal itu dinilai penting, karena dapat menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan generasi sesuai perkembangan zaman.

Ketua Umum Dewan Pengurus MUI DIY Prof. Dr. KH. Machasin mengatakan, perbedaan yang dialami oleh generasi sekarang dan lalu harus disikapi dengan bijak. Upayanya dapat dilakukan dengan membentuk keluarga yang asyik.

Menurut Machasin, anak-anak zaman sekarang sejatinya lebih dekat dengan orang tua. Itu ditandai dengan banyak orang tua yang mengantar anak mereka ke sekolah. Namun ironisnya, komunikasi antara anak dan orang tua kurang terjalin dengan baik.

“Ada kecenderungan anak-anak saat ini mencari keasyikan melalui gawainya," ujar Machasin, Sabtu (23/11/2024).

Kondisi itu yang kemudian mendasari MUI DIY menggelar seminar dan lokakarya dengan tema Membangun Keluarga Tangguh dan Asyik bagi Anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (23/11) di salah satu hotel di Yogyakarta.

Melalui kegiatan itu, masyarakat yang menjadi peserta dibekali keterampilan komunikasi yang baik. Sehingga dapat menjadi cara untuk mengatasi berbagai konflik. Kemudian juga mengelola anggaran rumah tangga, dan merencanakan keuangan jangka panjang.

Kegiatan tersebut pun diharapkan dapat membantu para peserta memahami pentingnya menjalin kelekatan orangtua dengan anak-anak. Sehingga orangtua menjadi figur yang positif, menyenangkan, dan suportif terhadap anak.

“Kegiatan ini didorong oleh Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI DIY,” jelas Machasin.

Salah satu narasumber dari pegiat gender, Sarjoko S menyatakan, di tengah perkembangan dunia digital juga harus dibangun gerakan moderasi digital. Yakni dengan mendewasakan pengguna internet agar dapat memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya.

Disamping itu, orang tua penting untuk menjadi teman bagi anaknya. Salah satunya upayanya dapat diwujudkan dengan pola asuh otoritatif. Dimana orangtua wajib memberi ruang bagi anak untuk berpendapat, sekaligus memberi tawaran yang sifatnya rekomendasi, bukan paksaan.

“Gaya kepengasuhan yang serba memaksa kurang sesuai dengan karakter anak saat ini," bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#keluarga #asyik #MUI DIY #pengguna #digital #gawai #gadget