JOGJA - Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Yogo Prasetyo Pri Hutomo sangat fokus terhadap optimalisasi pendidikan di Kota Jogja. Oleh karena itu, anggota dewan dari Partai Golkar ini akan fokus mengawal bantuan pendidikan di tengah refocusing anggaran.
Yogo mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memang tengah melakukan refocusing anggaran pada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab pemkot harus menjalankan program makan bergizi gratis yang disasarkan peserta didik, ibu hamil, dan balita.
Yogo menegaskan, program makan bergizi gratis memang harus didukung karena menjadi arahan pemerintah pusat. Meskipun demikian, dia berharap agar program tersebut tidak mengganggu program bantuan pendidikan yang sudah berjalan.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Jogja sudah memiliki berbagai program bantuan pendidikan. Misalnya jaminan pendidikan daerah (JPD) yang menyasar peserta didik dengan kategori kurang mampu. Kemudian juga bantuan operasional daerah (Bosda) yang alokasinya untuk membiayai operasional sekolah.
“Pemerintah kota memang harus bersinergi dengan pusat untuk program makan bergizi gratis. Namun saya berharap agar program tidak berpengaruh terhadap bantuan pendidikan, karena program itu demi kemasyarakatan,” ujar Yogo kepada Radar Jogja kemarin (22/11).
Anggota dewan dua periode ini membeberkan, untuk mendukung program makan bergizi gratis memang pemkot harus melakukan refocusing anggaran. Oleh karena itu, dia berharap agar refocusing bisa dilakukan pada program non-prioritas. Artinya, yang tidak memengaruhi program bantuan pendidikan.
Yogo sadar, bantuan pendidikan sangat penting menyasar masyarakat atau siswa yang kurang mampu. Sebab banyak anak dari keluarga miskin yang kesulitan melanjutkan sekolah karena kendala biaya. Dengan program bantuan tentu akan membantu mereka mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
Selain itu, adanya program bantuan pendidikan juga mencegah siswa putus sekolah. Lantaran dengan adanya bantuan, anak-anak tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolah dan bisa fokus belajar. Sekaligus, meningkatkan kualitas hidup mereka karena bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
“Secara singkat, program bantuan pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” beber Yogo. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita