Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivis Muhammadiyah Relawan Mentari Dukung Paslon Heroe-Pena di Pilkada 2024

Iwan Nurwanto • Jumat, 22 November 2024 | 15:10 WIB

 

Relawan Mentari saat melakukan deklarasi dukungan kepada paslon Heroe-Pena di Pendopo Ndalem Pakuningratan, Kraton, Kota Jogja beberapa waktu lalu.  FOTO// ISTIMEWA
Relawan Mentari saat melakukan deklarasi dukungan kepada paslon Heroe-Pena di Pendopo Ndalem Pakuningratan, Kraton, Kota Jogja beberapa waktu lalu. FOTO// ISTIMEWA

JOGJA - Perkumpulan aktivis Muhammadiyah yang mengatasnamakan Relawan Mentari dipastikan memberi dukungan kepada pasangan calon (paslon) Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena dalam kontestasi Pilkada 2024.

Itu, dibuktikan dengan deklarasi yang dilakukan oleh Relawan Mentari pada pertengahan bulan November 2024.

Wakil Ketua Relawan Mentari Jogja Eka Krisana Jaya mengatakan, Relawan Mentari beranggotakan aktivis, kader, dan warga Muhammadiyah lintas generasi serta profesi.

Termasuk Angkatan Muda Muhammadiyah yang siap memenangkan Heroe-Pena dalam Pilkada 2024.

Krisna sapaannya mengaku, pihaknya juga sudah melakukan deklarasi dukungan kepada paslon Heroe-Pena pada tanggal 13 November 2024 lalu.

Melalui aksi tersebut, harapannya menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi untuk memenangkan Heroe-Pena di Pilkada 2024.

Di samping itu, kata dia, deklarasi tersebut juga untuk memperjuangkan hak konstitusi individu.

Sehingga kader Muhammadiyah dapat menentukan pilihan tanpa adanya intervensi dan intimidasi apapun.

Baik itu dari organisasi masyarakat, pekerjaan, maupun yayasan.

“Mari bersama jaga netralitas dan kerukunan warga Muhammadiyah, agar dapat menentukan pilihan tanpa embel-embel dan kepentingan oknum yang merusak sendi berfikir warga Muhammadiyah,” ujar Krisna kepada wartawan, Kamis (22/11/2024).

Sementara itu, Inisiator Relawan Mentari Jogja Anang Amiruddin menyampaikan, pilkada merupakan ajang pembuktian bahwa Muhammadiyah tetap rasional dan logis.

Khususnya untuk memilih pemimpin yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di Kota Jogja.

Anang menyebut, bahwa calon kepala daerah dalam pilkada Kota Jogja semua memang mengaku sebagai kader Muhammadiyah.

Sehingga penamaan kader utama dan kader tidak utama terkesan bernuansa politis.

Serta khawatirnya menjadi kepentingan pribadi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Muhammadiyah.

“Kami melihat pemimpin yang dapat menyelesaikan permasalahan di Kota Yogyakarta ini ada pada sosok bapak Heroe Poerwadi dan mas Sri Widya Supena,” terang Anang. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Muhammadiyah #Pilkada Kota Jogja #Pemilihan Wali Kota #rasional dan logis