SLEMAN - Sunarsih membuktikan bahwa usia senja bukanlah hambatan untuk jadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada usianya yang ke-72 tahun, dia masih menjadi ketua dari komunitas Universal Line Dance (ULD) DIY.
Sunarsih bersama rekan-rekannya konsisten berlatih pada hari Senin, Kamis, dan Jumat. Dengan berlatih tiga kali seminggu, cita-cita mereka adalah bisa menjadi juara pada kompetisi di tingkat nasional.
Saat ditemui pada Kamis (21/11) di salah satu ruangan Restoran Taman Pringsewu, para anggota ULD terlihat kompak berlatih. Dengan iringan lagu barat, kaki maupun tangan mereka lincah dan serempak mengikuti irama. Seolah-olah usia senja bukan lagi penghalang dan mereka jauh dari kondisi pikun. "Hari ini kami kompak menggunakan seragam bernuansa orange dan hitam," ucap Sunarsih semangat.
Dia menjelaskan, dalam setiap latihan akan ditentukan warna baju yang digunakan. Hal ini membuat para anggota ULD jadi terlihat semakin solid.Perempuan yang baru menjadi ketua pada September lalu ini mengaku, mendalami dunia line dance sejak 2012. Meski demikian, sebelumnya dia tidak memiliki latar belakang sebagai penari."Dulu cuma ikut senam baku di kalurahan. Misalnya senam lansia bugar," ucapnya.
Line dance tergolong dalam olahraga dansa dengan rangkaian langkah yang membentuk koreografi. Polanya mengikuti berbagai jenis dansa, seperti rumba, cha-cha, hingga salsa. Awalnya line dance diminati di negara asing, tetapi kini telah dilakukan oleh banyak masyarakat Indonesia."Gerakannya bukan high impact jadi cocok untuk ibu-ibu parubaya. Termasuk untuk mereka yang belum pernah menari sama sekali," ucapnya.
ULD DIYberanggotakan sekitar 500 orang. Mayoritas adalah perempuan berusia 40-an. Anggota tertuanya ada yang berusia 80. Mereka juga pernah berlomba dan pentas di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Bogor, Surabaya, hingga Palembang."Orang itu kalau semakin tua inginnya semakin bahagia," ucapnya.
Bagi Sunarsih, line dance bukan sekadar olahraga untuk meningkatkan imunitas dan melatih daya ingat. Namun, jadi kesempatan bagi para lansia untuk bertemu dengan kawan-kawannya."Di sini ada pensiunan, ada ibu rumah tangga, macam-macam. Semua bisa gabung asalkan mencintai line dance," ucapnya.
Dia sendiri mengaku, menjadi ketua juga bukan hal yang mudah. Terutama mempertahankan komunitasnya agar tetap eksis di tengah banyak organisasi serupa. Sunarsih sendiri berkomitmen ingin terus meningkatkan kualitas para pegiat ULD."Line dance ini membuat bahagia, bahagia membuat sehat, sehat membuat awet muda. Saya tidak pernah bosan," tandasnya. (del)
Editor : Din Miftahudin