Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Catat 21 Kejadian Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Jogja Terbitkan Surat Edaran Hadapi Musim Penghujan

Iwan Nurwanto • Rabu, 20 November 2024 | 21:41 WIB
Ilustrasi Seorang Pria Tengah Kehujanan.  (AI/Freepik.com)
Ilustrasi Seorang Pria Tengah Kehujanan. (AI/Freepik.com)

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat puluhan kejadian bencana akibat cuaca ekstrem selama bulan November 2024. Kondisi itu kemudian mendasari instansi tersebut mengeluarkan surat edaran (SE) untuk waspada selama musim penghujan.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Darmanto mengatakan, selama bulan November ini pihaknya mencatat ada 21 dampak bencana ekstrim. Paling banyak kejadian dahan dan pohon tumbang dengan jumlah 17 kejadian. Kemudian 4 sisanya berupa kejadian bangunan rusak berupa atap roboh.

Darmanto menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan SE Nomor: 100.3.4.4/1865 tentang menghadapi musim penghujan. Itu, sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman selama musim penghujan ini.

Menurutnya, SE tersebut akan berlaku selama puncak musim hujan diperkirakan mulai Desember 2024 sampai dengan Februari 2025. Dimana dengan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang mengakibatkan hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan banjir.

“Menghadapi cuaca ekstrem kami menghimbau kepada seluruh warga Kota Jogja untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana dengan mendeteksi setiap potensi kerawanan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Darmanto saat dikonfirmasi, Rabu (20/11/2024).

Dijelaskan Darmanto, dalam SE tersebut masyarakat juga diminta untuk melakukan persiapan peralatan dan perlengkapan untuk menghadapi musim penghujan. Seperti payung, mantel hujan, dan jas hujan.

Kemudian masyarakat juga diharapkan melakukan antisipasi terhadap bencana pohon tumbang karena perakaran yang kurang kuat. Sehingga diperlukan pemangkasan terhadap pohon-pohon perindang di sekitar tempat tinggal.

Selain itu, sambung Darmanto, masyarakat juga diminta untuk berhati-hati dalam berkendara. Sebab musim penghujan dapat membuat jalan menjadi licin dan berbahaya. Sehingga masyarakat harus memastikan kendaraan dalam kondisi baik.

“Periksa ban, dan pastikan rem berfungsi dengan baik. Hindari Berkendara saat hujan lebat jika memungkinkan, dan sebisa mungkin hindari berteduh/parkir kendaraan di bawah pohon atau baliho,” terangnya.

Darmanto melanjutkan, dalam SE tersebut masyarakat juga diminta untuk menjaga kesehatan serta melakukan persiapan rumah agar tahan dari kejadian hujan lebat dan banjir. Upayanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan atap dan saluran air berfungsi dengan baik. 

Selain itu, penting juga untuk menyimpan barang-barang berharga dengan aman dan di tempat yang tidak mudah terkena air. Serta melakukan pembersihan parit, selokan dan saluran sisa air hujan dari segala kotoran dan sampah. Sehingga disaat musim penghujan air bisa mengalir dengan lancar dan tidak terjadi luapan air karena sampah atau kotoran lainnya yang menyumbat saluran air.

“Kami juga himbau masyarakat memantau peringatan cuaca melalui website resmi BMKG atau BPBD.  Jika ada peringatan banjir, masyarakat dihimbau untuk segera menyiapkan diri dengan cara yang sesuai dan segera evakuasi jika diperlukan,” pesan Darmanto.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat menyampaikan, pihaknya telah menggelar simulasi alat peringatan dini banjir atau Early Warning  System (EWS) banjir pada awal Oktober lalu. Ada dua jenis EWS yang digunakan, yaitu EWS otomatis dan manual. EWS otomatis.

Terdapat 23 titik EWS banjir yang tersebar di Kota Jogja. Terdiri dari 17  EWS manual dan 6 EWS otomatis. Adapun EWS otomatis akan langsung berbunyi ketika ketinggian air sungai mencapai batas yang telah ditentukan, yaitu indikator merah (awas). Sementara EWS manual bekerja melalui pemantauan langsung oleh petugas BPBD Kota Jogja.  

“Dalam sistem manual ini, ketinggian air sungai dipantau melalui CCTV di  kantor BPBD. Ketika ketinggian air mulai meningkat, petugas segera memberikan peringatan bahaya kepada masyarakat melalui pengeras suara di lokasi EWS,” beber Nur. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Cuaca Ekstrem #BPBD Jogja #BPBD DIY #EWS Banjir