Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Genangan, Pemkot Jogja Mulai Rehab  Saluran Air Hujan, Ganti Buis Beton Jadi Box Culvert

Iwan Nurwanto • Selasa, 19 November 2024 | 15:50 WIB

 

Photo
Photo

 

JOGJA - Memasuki musim penghujan, Pemkot Jogja melakukan rehabilitasi terhadap saluran air hujan (SAH). Salah satu lokasi sasarannya ada di Jalan Widayati Sutarjo yang masuk di wilayah Kemantren Gondokusuman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, proyek revitalisasi SAH itu dilakukan untuk mengantisipasi genangan air. Sehingga siap untuk menghadapi kondisi musim penghujan seperti sekarang.

Menurutnya, dalam proyek itu pihaknya melakukan penggantian saluran air hujan yang sebelumnya menggunakan buis beton menjadi box culvert. Penggantian dari buis beton menggunakan box culvert itu juga dilakukan secara bertahap dengan menyasar titik-titik yang sudah rusak.

Buis beton dengan diameter 80 cm karena sudah rusak pada beberapa lokasi, secara bertahap diganti box culvert. Panjang saluran yang direhab 30 meter,” ujar Umi saat dikonfirmasi Senin (18/11).

Lebih lanjut diterangkan, pada akhir tahun ini DPUPKP juga mengejar berbagai target program pembangunan.  Di antaranya, pembangunan SAH di RW 13 Giwangan dengan capaian progres 72 persen. Lalu pembangunan gedung SMPN 10 Jogja dengan capaian progres 45 persen.

Sementara untuk penataan kawasan kumuh tengah berjalan di Kelurahan Terban RT 02/RW 01 dengan capaian progres 52 persen. Kemudian pemeliharaan berkala Jalan Gedongkuning dengan progres 98 persen dan pembangunan Graha Budaya TBEG yang mencapai 45 persen.

"Realisasi fisik kegiatan Dinas PUPKP Kota Jogja secara keseluruhan sampai triwulan ketiga 2024 sebesar 55,8 persen,” terang Umi.

Perihal musim penghujan, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan, sejak awal November wilayah DIJ sudah memasuki musim penghujan. Hanya saja hujan masih bersifat sporadis atau intensitas turunnya tidak merata.

Reni meminta agar masyarakat waspada. Sebab selama musim penghujan, bencana hidrometeorologi juga dapat meningkat. Misalnya hujan deras yang dapat disertai angin kencang dan dapat mengakibatkan banjir hingga tanah longsor. "Untuk puncak musim hujan kemungkinan terjadi pada bulan Desember hingga Februari 2025,” terang Reni. (inu/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#antisipasi genangan #saluran air hujan #Gondokusuman #Pemkot Jogja #box culvert #buis beton