JOGJA - Memasuki musim penghujan pemerintah kota (Pemkot) Jogja mulai melakukan rehabilitasi terhadap saluran air hujan. Salah satu lokasi sasarannya berada di Jalan Widayati Sutarjo yang masuk di wilayah kemantren Gondokusuman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, proyek revitalisasi saluran air hujan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi genangan air. Sehingga kemudian siap untuk menghadapi kondisi musim penghujan seperti sekarang.
Menurut Umi, dalam proyek tersebut pihaknya melakukan penggantian saluran air hujan yang sebelumnya menggunakan buis beton menjadi box culvert. Penggantian dari bis beton menggunakan box culvert itu juga dilakukan secara bertahap dengan menyasar titik-titik yang sudah mengalami kerusakan.
“Buis beton dengan diameter 80 cm karena sudah rusak pada beberapa lokasi, secara bertahap diganti box culvert. Panjang saluran yang direhab 30 meter,” ujar Umi saat dikonfirmasi, Senin (18/11).
Lebih lanjut, Umi menerangkan, bahwa pada akhir tahun ini pihaknya juga mengejar berbagai target program pembangunan.
Di antaranya pembangunan saluran air hujan di RW. 13 Giwangan dengan capaian progres 72 persen.
Lalu juga pembangunan gedung SMPN 10 Kota Jogja dengan capaian progres 45 persen.
Sementara untuk penataan kawasan kumuh tengah berjalan di kelurahan Terban RT.02/RW. 01 dengan capaian progres 52 persen. Kemudian pemeliharaan berkala Jalan Gedongkuning dengan progres menyentuh 98 persen dan pembangunan Graha Budaya TBEG sudah mencapai 45 persen.
“Realisasi fisik kegiatan Dinas PUPKP Kota Jogja secara keseluruhan sampai triwulan ketiga 2024 sebesar 55,8 persen,” terang Umi.
Perihal musim penghujan, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan, awal bulan November seperti sekarang wilayah DIY sudah memasuki musim penghujan. Hanya saja, hujan masih bersifat sporadis atau intensitas turunnya tidak merata.
Reni meminta agar masyarakat waspada. Sebab selama musim penghujan bencana hidrometeorologi juga dapat meningkat. Misalnya seperti hujan deras yang dapat disertai angin kencang dan dapat mengakibatkan banjir hingga tanah longsor.
Baca Juga: Upaya Menciptakan Proses Perizinan Efektif dan Efisien, DPMPTSP DIY Gelar Forum Konsultasi Publik
“Untuk puncak musim hujan kemungkinan terjadi pada bulan Desember hingga Februari 2025 mendatang,” terang Reni. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin