JOGJA - PSIM Jogja segera melakukan evaluasi usai mendapatkan hasil imbang 0-0 saat melawan Adhyaksa Farmel FC di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (16/11). Salah satu hal yang akan dilakukan jajaran pelatih adalah membiasakan pemain bermain pada saat hujan.
Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan, pada tiga pertandingan akhir putaran pertama pemainnya bisa menciptakan banyak peluang dan gol. Tapi di pertandingan melawan Adhyaksa Farmel FC lalu, lapangan berbeda karena laju bola tersendat oleh hujan.
Untuk mengantisipasi hal ini pihaknya ingin membiasakan anak asuhnya dengan cuaca hujan tersebut. "Tapi itu tidak menjadi alasan. Harapannya ke depan dengan situasi cuaca apapun pemain lebih bisa memanfaatkan," ujarnya kemarin (17/11).
Selain ingin membiasakan para pemain bermain saat hujan, Seto juga menyatakan akan memperbaiki kesabaran dan fokus pemainnya. Mengingat saat menghadapi Adhyaksa Farmel FC itu, anak-anak Jogja masih terlihat emosional dan membuang banyak peluang."Kami ingin para pemain bisa menjaga emosionalnya. Juga bisa bermain di segala medan," tandas pelatih asal Kalasan, Sleman, ini.
Sementara bek asing PSIM Yusaku Yamadera mengaku, usai mendapatkan hasil imbang di laga pembuka putaran kedua lalu, mereka juga akan memperbaiki kesalahan. Sebab, hasil imbang itu bukanlah yang diinginkan para pemain.
"Pertandingan kemarin adalah pertandingan sulit. Tapi kami tetap bersyukur dengan satu poin ini bisa menjadi hal positif untuk laga selanjutnya," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Din Miftahudin