JOGJA - Calon wakil wali kota Jogja Sri Widya Supena kembali menggelar Wadul Mas Gundul pada Rabu (14/11/2024) malam.
Bertempat di Ndalem Pakuningratan Kraton, Mas Pena mencoba memberi solusi perihal permasalahan upah minimum regional (UMR) rendah di Kota Jogja.
Pena mengatakan, upah yang rendah memang menjadi masalah bagi sebagian besar anak muda Kota Jogja.
Sebab dengan upah atau gaji yang terhitung cukup kecil membuat anak muda tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
Oleh karena itu, Pena pun berkomitmen untuk mendorong adanya kajian ulang terhadap survei kebutuhan hidup layak (KHL) bagi masyarakat.
Sehingga nantinya ada kebijakan dari pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan UMR Kota Jogja.
“Kami menaruh harapan besar kepada dewan pengupahan agar dapat memiliki bargaining yang lebih kuat untuk mengkaji survei KHL di Kota Jogja," ujar Pena.
Pasangan Heroe Poerwadi ini menegaskan, kajian survei KHL penting menjadi dasar untuk meningkatkan upah.
Walaupun diakuinya memang tidak bisa secara instan dan angka kenaikannya juga tidak terlalu signifikan.
Pena membeberkan, kenaikan UMR di Kota Jogja tiap tahun biasanya berkisar antara 4 hingga 10 persen.
Prosesnya pun cukup lama, misal pada tahun 2014 UMK Kota Jogja berkisar Rp 1,5 juta kemudian di tahun 2024 baru bisa menjadi Rp 2,3 juta.
“Kenaikannya memang tidak bisa langsung signifikan,” tegas Pena.
Daripada bergantung pada upah yang rendah, Pena justru mengajak anak-anak muda agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan.
Sehingga bisa tetap mencukupi kebutuhan hidup ditengah rendahnya gaji.
Menurut Pena, di zaman serba digital ini banyak yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Misalnya dengan bisnis affiliate atau memanfaatkan marketplace digital untuk menjual produk.
“Nanti kami akan bareng-bareng dengan anak muda berpikir bagaimana caranya mencari epenghasilan tambahan,” terang Pena. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita