Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prihatin Kondisi Peternak, Masjid Nurul Ashri Deresan Sleman Buka Jastip Susu dari Boyolali, Sudah Laku 1.000 Liter  

Delima Purnamasari • Rabu, 13 November 2024 | 15:30 WIB
Peternakan sapi di Sleman
Peternakan sapi di Sleman

 

 

SLEMAN - Ini langkah nyata Masjid Nurul Ashri Deresan untuk ikut meringankan pata peternak susu sapi di Boyolali. Turut prihatin atas kondisi peternak di sana, takmir atau pengurus masjid ini membuat program jasa titip (jastip).

Bendahara Masjid Nurul Ashri Deresan Rozy Ahimsyah menerangkan, layanan untuk membeli barang di tempat yang tidak terjangkau ini diharapkan membantu para petenak. Kegiatan ini serupa dengan jasa penitipan sayur yang dilakukan sebelumnya untuk para petani di Kabupaten Magelang.

Rozy menyebutkan, takmir merasa miris kala melihat demo peternak Boyolali hingga harus membuang susu yang dihasilkan. "Jastip ini kami batasi 1.200 liter. Sampai hari ini sudah sebanyak 1.000 liter yang laku," katanya.

Rozy menerangkan, untuk satu liter susu murni dihargai Rp 8 ribu. Setiap satu orang minimal membeli dua liter susu. "Jastip ini terbuka melalui website kami. Pembeli nanti diminta mengisi formulir dan bukti pembayaran," ujarnya.

Dia turut menjelaskan, nantinya susu akan dikirim menggunakan mobil khusus yang terjaga suhunya sehingga kualitasnya tetap baik. Susu sapi itu sendiri akan diberikan pada Jumat (15/11) pukul 10.00 hingga 13.00.

Apabila lebih dari waktu itu susu tidak diambil, maka Masjid Nurul Ashri Deresan akan menyumbangkan kepada mereka yang membutuhkan. Hal ini mengingat daya tahan susu yang sangat singkat. "Kami semaksimal mungkin membantu, tapi kemampuan kami terbatas," kata Rozy.

Delima Purnamasari/Radar Jogja Bendahara Masjid Nurul Ashri Deresan Rozy Ahimsyah
Delima Purnamasari/Radar Jogja Bendahara Masjid Nurul Ashri Deresan Rozy Ahimsyah

Dia turut berharap persoalan ini bisa selesai. Dengan kata lain, susu dari petani bisa diserap seluruhnya oleh perusahaan.

"Berdasarkan obrolan dengan peternak serta koperasi yang menaungi, persoalan ini muncul karena perusahaan membatasi untuk menerima susu dari Boyolali dan memilih untuk impor," kata Rozy. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#peternak susu #Rozy #takmir masjid #Masjid Nurul Ashri Deresan #Jastip #Liter #sapi #Boyolali