JOGJA - Pasangan calon (paslon) Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena berupaya menjaga predikat Kota Jogja sebagai kota inklusif bagi semua golongan. Hal itu yang kemudian menjadi topik utama pertemuan paslon tersebut dengan Kevikepan Yogyakarta Timur pada Senin (11/11). Kevikepan Yogyakarta Timur merupakan lembaga keagamaan yang menaungi umat Katolik di Kota Jogja.
Heroe Poerwadi mengatakan, inklusivitas di Kota Jogja harus terus dijaga. Itu sesuai dengan tagline kampanye paslon tersebut yang berbunyi Jogja Untuk Kita, Jogja Untuk Semua. Tagline itu juga sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga Kota Jogja terus kondusif, aman dan tenteram.
Heroe menerangkan, Kota Jogja merupakan wilayah yang memiliki masyarakat dari beragam suku dan agama. Namun, masyarakatnya bisa hidup secara kondusif dan menjaga kerukunan dengan baik. Kondisi itu yang harus terus dibentuk oleh semua pihak.“Memang harus ada partisipasi banyak pihak karena inklusivitas Kota Jogja sudah ada sejak kota ini terbentuk,” ujar Heroe, Senin (11/11).
Mantan wakil wali kota periode 2017-2022 ini menegaskan, persoalan sosial di Kota Jogja juga harus disiapkan berbagai upaya antisipasi. Terlebih ketika Tol Jogja-Solo dan Jogja-Semarang yang akan menambah hiruk pikuk keramaian di Kota Jogja.
Mudahnya aksesibilitas masyarakat dari berbagai wilayah dan latar belakang ke Kota Jogja pun tentu akan meningkatkan potensi persoalan sosial. Oleh karena itu, calon pemimpin harus bisa memahami arah kebijakan yang tepat sasaran.“Berbagai potensi persoalan sosial harus tetap diantisipasi dengan saling berdialog satu sama lain,” kata Heroe.
Senada dengan hal tersebut, calon Wakil Wali Kota Supena menyampaikan, Kota Jogja merupakan wajah Indonesia meskipun luas wilayahnya cukup kecil. Sehingga apabila Kota Jogja terjaga keamanannya maka Indonesia dinilai kondusif.
Pena sapaannya pun menegaskan, bahwa Kota Jogja sering dijadikan sebagai barometer bagi daerah lain. Terlebih dalam hal toleransi antar umat beragama.“Diskusi kali ini sekaligus menggali masukan dari pihak kevikepan supaya toleransi dan pluralitas bisa terus terjaga," tegas Pena.
Sementara itu, Romo Vikep Yogyakarta Timur Andrianus Maradiyo Pr berpesan, agar semua pihak tidak memunculkan pertentangan dan perselisihan. Menurutnya, pilkada di Kota Jogja dan kabupaten lain harus berjalan penuh kedamaian dan persaudaraan.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Tol Purbaleunyi , Sejumlah Kendaraan Ringsek Bahkan Posisi Terbalik
Meski gerejanya tidak boleh terlibat dalam politik praktis, Andrianus menegaskan, siapa pun yang terpilih kepala daerah kelak harus bisa menjaga kedamaian di Kota Jogja. Sehingga siapapun yang tinggal bisa merasa aman dan nyaman.“Pak Heroe ketika menjadi wakil wali kota dulu saya juga merasa aman karena umat Katolik di Kota Jogja dan juga umat lain terlindungi,” ungkap Andrianus. (inu/din)
Editor : Din Miftahudin