JOGJA- Kualitas udara di Kota Jogja masih dalam kondisi baik. Tidak menutup kemungkinan kualitasnya menurun akibat emisi kendaraan. Dari hasil pantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, kualitas udara di Kota Jogja memiliki kisaran skor 50-100.
Angka itu masih tergolong aman untuk aktifitas sehari-hari.Kondisi udara Kota Jogja ini sebenarnya masih relatif bagus.”Cuma kami tidak ingin dengan banyaknya sarana transportasi kualitas udara semakin menurun,” terang Kepala Seksi Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Intan Dewani, Senin (11/11).
Menyikapi itu,Pemkot Jogja menggelar uji emisi massal bagi kendaraan bermotor, di Plaza Balai Kota Jogja, Kegiatan tersebut menyasar kendaraan roda empat dan dua. Baik itu kendaraan dinas maupun pribadi. Uji emisi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari kampanye udara bersih.
Kegiatan tersebut akan digelar hingga Selasa (12/11) dengan menyasar sebanyak-banyaknya kendaraan. Kegiatan ini berlaku untuk kendaraan tahun berapa saja boleh, tapi diprioritaskan untuk kendaraan lama. “Karena kalau kendaraan baru kemungkinan emisinya masih bagus,” ujar Intan.
Menurutnya, penyebab kualitas emisi kendaraan dapat menurun karena pemilik abai terhadap kondisi kendaraannya. Misal, dikarenakan jarang melakukan servis rutin. Sehingga meningkatkan kandungan hidrokarbon (HC) dan karbon dioksida (Co2) pada gas buang kendaraan.“Sehingga ketika ada kendaraan yang melebihi batas maka kami rekomendasikan kepada pemilik untuk servis,” terang Intan.Baca Juga: Polda Jateng Tetapkan 3 Tersangka Remaja Atas Kasus Pelecehan Seksual di Purworejo
Intan menghimbau, agar masyarakat bisa membantu menjaga kualitas udara. Upayanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda ketika jarak bepergian tidak terlalu jauh.
Kepala UPT Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Sutomo membeberkan, kendaraan untuk sekolah dan perkantoran menjadi penyumbang emisi di Kota Jogja. Sehingga dalam uji emisi pihaknya menyasar kendaraan dinas dan pribadi yang sering digunakan untuk dua aktivitas tersebut.
Kendaraan yang beroperasional di jalan idealnya harus memenuhi ambang batas. Sehingga kualitas udara di Kota Jogja bisa terjaga dan atau lebih baik dengan adanya pembatasan emisi. “Potensi untuk menyumbang karbon adalah kendaraan yang sudah lama atau berusia tua dan unsur perawatannya yang kurang,” ungkap Sutomo. (inu/din)
Editor : Din Miftahudin