Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesta Buku Jogja, Upaya Ciptakan Jogja sebagai Kota Buku Nasional, hingga Tingkatkan Ekosistem Perbukuan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 12 November 2024 | 00:13 WIB
Antusiasme masyarakat dalam acara Pesta Buku Jogja yang digelar di depan kampus APMD Yogyakarta (11/112024).  (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)
Antusiasme masyarakat dalam acara Pesta Buku Jogja yang digelar di depan kampus APMD Yogyakarta (11/112024). (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)

JOGJA - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menilai DIY menjadi daerah dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi nasional. Melihat peluang itu, IKAPI DIY gencar mengadakan berbagai pameran dan bazar buku, salah satunya Pesta Buku Jogja.

Ketua panitia Pesta Buku Jogja Aditia Purnomo mengatakan sekitar 80 penerbit dari DIY maupun luar DIY ikut meramaikan acara tersebut. Dari luar Jogja diantarannya ada Komunitas Bambu, Diomedia Solo dan sebagainya.

"Setidaknya ada lebih dari 10.000 judul buku yang akan dipajang dalam bazar ini," ujarnya saat ditemui di lokasi Bazar, Senin (11/11).

Sengaja diadakan di kampus diantaranya untuk berkolaborasi merayakan Dies Natalis APMD. Selain itu, melalui even tersebut pihaknya juga mencoba untuk mendekatkan kampus kepada masyarakat dengan agar tidak diframing tempat eksklusif.

"Ini bukan acara mahasiswa, bukan acara kampus tapi umum untuk semua orang," tuturnya.

Setelah suksesnya penyelenggaraan Jogja Book Fair 2024 yang mampu menyedot sekitar 60 ribu orang yang datang, IKAPI DIY kembali memanfaatkan peluang dengan bazar tersebut. Mereka berupaya menunjukkan bahwa Jogja merupakan kota buku indonesia.

"Dikihat dari survey TGM, Jogja merupakan tertinggi. Kalau ngomongin perbukuan ya di Yogyakarta," bebernya.

Jogja dalam dua tahun terakhir mengalami tren even pameran buku yang masif. Hal itu menunjukkan bahwa ekosistem perbukuan di Yogyakarta mengalami kebangkitan pasca Pandemi Covid-19. Masyarakat juga antusias mendatangi acara-acara pameran buku tersebut.

"Meskipun sekarang akses pembelian banyak di online, tapi masyarakat juga kangen datang langsung dan melihat banyak buku fisik," jelasnya.

Pameran atau bazar buku juga banyak dijadikan tujuan jalan-jalan bersama keluarga dan anak untuk melihat koleksi buku-buku itu. Antusias masyarakat terbukti dari data jumlah perputaran uang yang dicatat IKAPI dari salah satu pameran buku yakni Jogja Book Fair 2024.

"Dulu sekitar Rp 800 juta, pagelaran tahun ini bisa menyentuh sekitar Rp 1,1 miliar perputaran uangnya," terangnya.

Baca Juga: Wisuda Purnasiswa SMK-SMTI Yogyakarta, Lebih Dari 98 Persen Lulusan Sudah Berhasil Terserap Industri dan Studi

Dari diskusi hingga lomba-lomba juga diadakan. Komunitas-komunitas penerbit dan buku di Jogja juga diberi wadah komunikasi di acara tersebut. Beberapa penulis buku dan pengisi acara kondang juga akan hadir dalam acara tersebut di antaranya Irfan Afifi, Iqbal Aji Daryono, Muhidin M Dahlan, Letania, Jejak Imaji, Poembengsing, Ali Ma'ruf, Muhammad Qadhafi, Latief S Nugraha, Suku Sastra, Sekolah Puisi Yogyakarta.

Perwakilan dari APMD Sutoyo Eko Yunanto mengatakan kegiatan tersebut disambut baik oleh APMD untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam hal literasi. Ini juga kesempatan bagi APMD untuk bisa menggandeng berbagai pihak agar dapat mengembangkan dan memberdayakan civitas akademiknya.

“Hari ini kita eranya kolaborasi. Maka dengan berbagai pihak, kami berupaya untuk bisa bekerja sama sehingga dapat mengembangkan dan memberdayakan civitas akademik APMD,” ujarnya. (oso)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#nasional #buku #pesta buku #Pameran #ekosistem