Rangkaian peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kulon Progo resmi ditutup dengan digelarnya Lumina Run Night and Glow Run. Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Wates itu berhasil menyedot partisipasi sejumlah 1200 peserta. Ditambah ribuan pengunjung memadati pameran potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Baru kali pertamaevent fun run di Kulon Progo yang dilakukan pada malam hari," ucap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Wisnu Hermawan di sela acara yang berlangsung pada Jumat (8/11) malam.
Diceritakan, Lumina Run merupakan hasil prakarsa Dinas Koperasi dan UKM DIY bersama Pemkab Kulon Progo serta mitra lainnya Acara ini masih satu rangkaian dengan peringatan Hari Jadi Kulon Progo. “Ini menjadi puncak acara,” terang Wisnu.
Acara fun run yang berlangsung malam hari dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Sebab,kehidupan malam di Kota Wates belum banyak dikembangkan. Padahal punya potensi. Lari ringan itu tak hanya dipadu dengan pameran UMKM. Namun juga kehadiran konser musik. Ini menambah meriah suasana.
Antusiasme masyarakat juga lumayan tinggi. Dua hari sebelum acara, tiket fun runyang dijual Rp 73 ribu ludes terjual. Banyak yang tak kebagian tiket. Padahal mereka bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta lari didominasi dari luar Kulon Progo. Ini sesuai dengan target yang disasar. Mereka datang untuk mengenal potensi wisata kabupaten yang punya motto Binangun itu. Sekaligus menikmati suasana malam hari. “Pengunjung dari luar daerah datang dan membeli aneka produk UMKM di lokasi pameran,” katanya.
Pameran di Alun-Alun Wates itu melibatkan 100 UMKM. Selama acara, setiap pengunjung berkesempatan menikmati kopi yang sengaja dibagikan secara gratis. Menurut Wisnu, UMKM sengaja dihadirkan. Pertimbangannya UMKM terbukti menjadi penopang perekoniman di DIY. Dengan begitu, pameran itu bisa mempercepat perputaran ekonomi.
“Sekaligus menumbuhkan perekonomian, khususnya di Kulon Progo,” kata birokrat asal Bendogerit, Blitar, Jawa Timur ini.
Lumina Run dipungkasi dengan penampilan tiga grup band, Nyi Ageng Ethnic, Ngatmobilung, dan Pendhoza. Selama acara tiga perempat dari Alun-Alun Wates dijubeli puluhan ribu penonton. Mereka tetap setia. Tidak beranjak dari lokasi dari awal hingga acara bubar, meski hujan sempat membasahi lokasi.
Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi mengatakan,Lumina Run bukan hanya kegiatan hiburan. Namun sebagai implementasi dari sinergitas berbagai elemen membangun Kulon Progo. Siwi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dana keistimewaan sehingga acara tersebut dapat terselenggara. “Lumina Runini bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Paniradya Pati Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho ikut hadir di lokasi. Dia berharap dukungan dana keistimewaan melalui kegiatan Lumina Run dapat menggali potensi Kulon Progo. Terutama potensi wisata di malam hari. Tahun ini dana keistimewaan diberikan untuk menambah lampu penerangan guna mempercantik kawasan Alun-Alun Wates. (gas/kus)
Editor : Din Miftahudin