Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

60 Persen Penyelamatan Kebencanaan dilakukan Masyarakat, BPBD DIY Genjot Sosialisasi Penanganan Kelompok Rentan

Agung Dwi Prakoso • Senin, 11 November 2024 | 01:12 WIB
Noviar Rahmad   (Dok Radar Jogja)
Noviar Rahmad (Dok Radar Jogja)

JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY gencarkan sosialisasi tanggap bencana kepada masyarakat. Masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam penyelamatan bencana di masing-masing wilayahnya. 

"Lebih dari 60 persen penyelamatan saat bencana dilakukan oleh masyarakat sekitar kejadian," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/11/2024). 

Selain itu, penanganan pertama saat terjadi bencana juga dilakukan oleh masyarakat. Terlebih saat menghadapi ancaman bencana Hidrometeorologi basah yang telah ditetapkan statusnya di DIY. 

"Kami terus menggencarkan upaya mitigasi, fokus utama meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana," tuturnya.

Pelatihan semakin gencar dilakukan, khususnya penanganan kebencanaan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas. Dengan itu, masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam penanganan kebencanaan. 

"Kami ingin memastikan semua lapisan masyarakat memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri," bebernya.

Adanya hidrometeorologi basah yakni hujan lebat berpotensi terjadi luapan air di sungai. Maka dari itu, masyarakat diminta melakukan pencegahan, setidaknya dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

"Tidak membangun rumah di daerah rawan bencana," tegasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan kesiapsiagaan bencana harus didukung dengan alokasi anggaran yang memadai. Pemprov DIY dalam RAPBD DIY 2025 mengalokasikan Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 15 miliar untuk kesiapsiagaan bencana. 

"Kami mengapresiasi langkah itu, mengingatk potensi bencana di DIY rawan terjadi seperti banjir, cuaca ekstrem, erupsi Gunung Merapi dan kekeringan," ujarnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#alam #lebat #Bencana #Hidrometeorologi #Hujan #BPBD