JOGJA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama Paniradya Kaistimewaan dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) akan menggelar pameran bertajuk Tales Of The Land We Live In. Serba-serbi informasi Tanah Kasultanan dan Sultanaat Ground (SG) di DIY akan dikemas dalam pameran tersebut.
Carik KHP Datu Dana Suyasa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Bimo Unggul Yudo mengatakan pameran tersebut bertujuan sebagai edukasi kepada masyarakat mengenal lebih dalam sejarah, nilai, dan tantangan pengelolaan Tanah Kasultanan dan SG. Hal itu merupakan integral dari kehidupan masyarakat sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono 1, Raja Keraton Ngayogyakarta pertama.
"Tanah kasultanan telah lama diperuntukkan sebagai lahan pendukung bagi masyarakat Yogyakarta, baik untuk tempat tinggal maupun usaha sebagai pemberdayaan masyarakat," ujarnya dalam Jumpa Pers Pameran Tales of The Land We Live In di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (7/11/2024).
Seiring perkembangan zaman, muncul berbagai tantangan terkait tata kelola, pemanfaatan dan pengawasan Tanah Kasultanan. Kelestarian tanah tersebut dinilai penting dikelola secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
"Perjalanan sejarah panjang tentang Tanah Kasultanan dari berbagai era akan ditampilkan dalam pameran," tuturnya.
Selain itu, dalam pameran juga akan ditampilkan peta persebaran pemanfaatan Tanah Kasultanan di wilayah DIY.
Visualisasi tersebut diharapkan dapat membantu pengunjung memahami Tanah Kasultanan menjadi aset budaya, sosial dan ekonomi yang esensial di Yogyakarta.
"Hadir juga narasumber-narasumber yang akan memberikan penjelasan historis tanah Kasultanan Yogyakarta," jelasnya.
Ketua Pelaksana Pameran Pertanahan 2024 Sophi Perenissa mengatakan pameran tersebut mengajak masyarakat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, hak dan tanggung jawab dalam memanfaatkan dalam melestarikan Tanah Kasultanan.
"Sebagai update informasi juga, agar masyarakat tahu tantangan dan pengelolaanya," ujarnya.
Pameran tersebut akan dibuka pada 14 November 2024 di Sasono Hinggil Dwi Abad Kompleks Keraton Ngayogyakarta. Digelar selama tiga hari hingga 16 November 2024. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin