KULON PROGO - Dua kasus bunuh diri akibat depresi telah terjadi di wilayah Kapanewon Pengasih. Kasus tersebut, tak beselang 24 jam dari kejadian awal. Kasus bunuh diri pertama menimpa LR (28) warga Padukuhan Kembang, Kalurahan Margosari, Rabu (6/11). Pemuda ini ditemukan tak bernyawa dalam keadaan gantung diri.
Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti membenarkan kedua kejadian tersebut. Kejadian penemuan korban gantung diri sekitar pukul 15.42.Tetangga menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa, dan melaporkannya ke polsek.
Penemuan dan pelaporan korban dilakukan oleh tetangganya. Polsek Pengasih, Tim Inafis, dan PMI Kulon Progo mendatangi lokasi. Didapati korban dalam kondisi tergelantung di dapur rumah, dan tak bernyawa.
Kemudian personel Inafis dan Polsek Pengasih melakukan olah TKP. Sedangkan korban dibawa PMI Kulon Progo untuk dibawa ke rumah sakit, guna melakukan penyelidikan. Hasil olah TKP dan pemeriksaan medis membenarkan korban melakukan bunuh diri."Keterangan pelapor, korban sering berbicara sendiri dan memukul-mukul kepala," ujarnya.
Keterangan pelapor kemudian didalami polsek untuk mendapatkan kepastian data. Polsek Pengasih mendapati korban memiliki riwayat depresi. Agustus lalu, korban sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Pengasih. Kemudian, korban dirujuk ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan optimal.
Kejadian kedua bunuh diri tak berselang 24 jam. Seorang pria paro baya ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergelantung. Laporan penemuan korban bunuh diri masuk sekitar pukul 07.30 WIB, Kamis (07/11)."Korban SJ (54) berprofesi sebagai buruh harian lepas," ucap AKP Novi.
Penemuan korban diketahui saat salah seorang saksi mendapati SJ tak bernyawa di sekitar Sungai Wudu, Padukuhan Girinyono, Kalurahan Sendangsari. Melihat itu dia menghubungi perangkat desa. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pengasih. Kemudian, Polsek Pengasih, Tim Inafis, dan PMI Kulon Progo mendatangi TKP.
Sesampai di lokasi, personil kepolisian mendapati korban sudah tak bernyawa tergantung di pohon jati yang tumbuh di sekitar sungai. Tim Inafis dengan bantuan polsek, kemudian melakukan oleh TKP. Sedangkan korban dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan."Korban memiliki riwayat depresi gangguan kejiwaan," tuturnya.
Menurut pelapor, korban memang memiliki riwayat gangguan jiwa. Seringkali korban ditemukan tidur dan beraktivitas di seputaran sungai. Korban hampir tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Kondisi depresi sebanarnya telah diperiksa Puskesma Pengasih. (gas/din)
Editor : Din Miftahudin