RADAR JOGJA - Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kota ini Jogja yang memiliki banyak julukan.
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau Jawa.
Provinsi ini berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah.
Ketika sedang berkunjung ke kota satu ini pasti tujuan pertama adalah Malioboro.
Malioboro adalah salah satu wisata yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Jogja.
Malioboro berada di pusat kota Jogja yang sangat terkenal sebagai pusat perbelanjaa dan tempat belanja oleh oleh.
Tapi kalian tau gak sih di area jalan Malioboro, terdapat satu stasiun kerata yang cukup ikonik di Yogyakarta, yaitu Stasiun Tugu Yogyakarta.
Stasiun ini merupakan stasiun utama di Kota Jogja.
Tapi kalian tahu gak, selain menjadi stasiun utama di Yogyakarta, stasiun ini juga memiliki banyak sekali nilai sejarah.
Dan sekarang sudah ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Yogyakarta.
Stasiun Tugu berdiri dan di buka pada Mei 1887.
Sejarah awal mula di bangunya stasiun tugu itu merupakan awal dari berkembangnya alat transportasi kereta api di pulau jawa.
Pada tahun 1864 merupakan awal mula Pembangunan rel kereta pertama yang berada di semarang, Pembangunan ini berada di wilayah Vorstenladen (suatu daerah yang menjadi kekuasaan empat monarki pecahan kesultanan mataram).
Dalam pembanguanan ini diawali oleh Perusahaan miliki swasta, yaitu Nederland Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), yang ingin menghubungkan antara Semarang -Surakarta- Yogyakarta.
Dengan tujuan agar mempelancar distribusi hasil pekebunan ke wilayah tersebut.
Bukan hanya itu saja, pembangunan sarana transportasi ini juga bertujuan agar mempermudah menggerakan pasukan.
Terutama jika terjadi pemberontakan di wilayah Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.
Dan pada tahun 1872, Perusahaan (NISM) berhasil jalur kerata sampai ke Yogyakarta dengan Stasiun Lempuyangan sebagai pemberhentiannya.
Dan pada 1882 Stasiun Lempuyangan di jadikan sebagai stasiun pertama di Yogyakarta sekaligus menandakan masuknya kereta api di kota Yogyakarta.
Dan pada beberapa tahun setelahnya, ada perusahaan milik pemerintah bernama Staats Spoorwegen (SS).
Perusahaan SS tersebut kemudian membangun stasiun baru di sebelah barat Stasiun Lempuyangan.
Stasiun tersebut dinamakan dengan Stasiun Tugu dan diresmikan pada tahun 1887.
Tujuan pembuatan stasiun ini hampir sama dengan pembuatan Stasiun Lempuyangan yaitu sebagai sarana pengangkutan hasil bumi, yang menghubungkan beberapa daerah di Jawa Tengah.
Dan Stasiun Tugu mulai difungsikan menjadi kereta penumpang pada tahun 1905, stasiun ini juga memiliki peranan penting saat pada masa perjuangan.
Karena stasiun ini menjadi tempat pemberangkatan dan kedatanagn pasukan pejuang kemerdekaan.
Stasiun ini juga menyimpan banyak sekali kenangan indah tentang perpindahan ibu kota republik Indonesia ke Yogyakarta dan juga menjadi saksi peristiwa Jogja Kembali.
Stasiun ini sempat dikuasi oleh pemerintah Belanda dan Jepang.
Pada September 1945 stasiun ini sudah resmi di bawah Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), dan sampai saat ini stasiun tugu masih menjadi stasiun utama di Yogyakarta yang menghubungkan dengan berbagai daerah di pulau jawa.
Tenyata di balik arsitekturnya yang sangat indah ternyata stasiun tugu menympan banyak sekali kenangan kenangan Sejarah Indonesia.
Penulis: Muhammad Miftahul Ma'ayis
Editor : Bahana.