JOGJA - Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) DIY menggelar Gebyar Olahraga Pendidikan 2024. Acara ini dilaksanakan selama tiga hari ke depan, dimulai kemarin (5/11) di GOR Amongraga, Jogja.
Acara ini merupakan ajang kompetisi olahraga yang diikuti perwakilan pelajar tingkat SMP dari seluruh kabupaten/kota se-DIY. Lebih dari 18 SMP turut serta meramaikan acara ini.
Sekprov DIY Beny Suharsono dalam sambutannya mengatakan, acara ini sebagai upaya peneguhan tekad generasi penerus untuk berprestasi. Bukan soal menang atau kalah, kompetisi sebagai pengalaman dan pelajaran yang mengajarkan ketekunan, kedisiplinan, dan sportivitas.
"Seperti air yang mengukir batu, para atlet muda kita akan belajar bahwa ketangguhan lahir dari kerja keras dan setiap langkah yang tak gentar. Mereka tidak hanya bertanding dengan lawan, tetapi juga dengan diri sendiri untuk menjadi versi terbaik,” ujarnya Selasa (5/11).
Nilai-nilai positif yang dipetik dalam even itu diharapkan menumbuhkan nilai luhur dalam diri para peserta. Beny mengibaratkan pohon rimbun yang tinggi dengan akar kuat mencengkram tanah hingga bisa melindungi sekitar dari dedaunan yang rimbun.
"Prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan rangkaian proses yang terus membentuk kita menjadi insan yang lebih baik," katanya menyemangati.
Ketua Bapopsi DIY Priya Santosa mengatakan, kompetisi olahraga ini bertujuan mendorong partisipasi aktif pelajar SMP se-DIJ dalam berbagai cabang olahraga. Hal itu untuk melihat potensi-potensi atau bibit atlet usia dini. "Untuk memberikan wadah kompetisi bagi sekolah penyelenggara Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP, juga mempererat tali persaudaraan antar pelajar DIY,” ujarnya.
Cabang olahraga yang dikompetisikan, antara lain, SKJ pelajar, atletik, bola voli mini, pencak silat, tarung derajat, panjat tebing, bulutangkis, bola basket, renang, sepak bola, dan taekwondo. Adapun kontingen yang bertanding ini berasal dari SMPN 1 Rongkop, SMPN 1 Saptosari, SMPN 1 Playen, SMPN 13 Jogja, SMP Muhammadiyah 7 Jogja, SMPN 1 Kalasan, SMPN 3 Sleman, SMPN 2 Tempel, SMPN 1 Ngawen, SMPN 3 Imogiri, SMPN 2 Kretek, SMPN 3 Pleret, SMPN 2 Sewon, SMPN 1 Kretek, SMPN 1 Nanggulan, SMPN 1 Panjatan, SMPN 2 Galur, dan SMP3 Samigaluh. "Ditambah kontingen pelajar mewakili Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Jogja," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Din Miftahudin