Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
WIRAUSAHA MUDA: Siswi perwakilan SMK Negeri 1 Sewon Bantul memajang hasil karya mereka dalam Pameran Wirausaha Belia "Momenku Siap Berkemas", di kompleks GOR Amongraga, Kota Jogja, kemarin (5/11).
JOGJA - Sebanyak 35 kelompok dari 20 sekolah menengah kejuruan (SMK) di DIJ dengan bangga memamerkan hasil karyanya. Karya mereka mulai dari produk pakai seperti baju, produk olahan makanan, hingga produk kecantikan dan jasa.
Para wirausaha muda tersebut tergabung dalam gelar Pameran Wirausaha Belia, GOR Amongrogo. Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ.
Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya berujar, output dari program tersebut adalah memfasilitasi minat bakat siswa dalam berwirausaha. Sekaligus menciptakan ruang transaksional bagi mereka."Karena ini di sebelah juga sedang ada event olahraga (di venue panjat tebing Stadion Mandala Krida, Red), jadi momennya tepat untuk jadi ajang transaksi," katanya, Selasa (5/11).
Didik menyebutkan, sudah banyak sekolah, utamanya SMK yang mengembangkan bisnis dan kewirausahaan. Pihaknya secara konsisten juga berusaha memfasilitasi seluruh sekolah secara merata. Termasuk membuat event pameran produk, hingga menyiapkan business matching dan beasiswa wirausaha. Disdikpora mempromosikan produk-produk mereka. “Ini binaan kami. Ada yang mendapat beasiswa wirausaha juga dari kami," tuturnya.
Baca Juga: Bertema Dream, Tim Dance Salvador Ingin Memotivasi Semua Orang agar Giat Belajar
Didik mengapresiasi para siswa ini. Sebab banyak dari mereka sudah kreatif dan inovatif. Baik dari segi produk, hingga pemasaran. Kendati demikian, diakuinya masih ada beberapa kendala yang mesti diselesaikan. Antara lain soal menumbuhkan motivasi dan keberanian mencari produk yang akan mereka buat."Anak-anak ini kan sekolah kejuruan, masuk ke industri, dan harapannya wirausaha ini bisa ditekuni lebih lanjut setelah lulus," harapnya.
Ia mendukung penuh para siswa untuk terus mengembangkan diri sekaligus bidang usaha yang sedang dijalani. Didik juga percaya, dengan adanya event dan fasilitasi, kemampuan dan motivasi siswa juga akan meningkat."Ini penting agar setelah lulus nanti mereka punya bekal jika mau fokus berwirausaha," lontarnya.
Adapun, beberapa produk karya siswa yang dihadirkan meliputi katering makanan, jasa desain logo dan foto video, produksi olahan ubi dan lidah buaya jadi produk turunan, pembuatan boneka rajut, usaha make up, penciptaan lagu, hingga desain dan penjahitan baju.
Salah satu siswa dari SMKN 1 Sewon Rizka nur Ariefa membawa total 25 baju yang seluruhnya dibuatnya sendiri dari desain, hingga finishing. Ini produknya sendiri. Namanya UNFORMELT. “Yakni usaha baju baru dan second brand," ujar siswa kelas 12 jurusan tata busana ini.
Rizka menilai, pameran wirausaha tersebut sangat penting. Terlebih lagi bagi wirausaha muda yang sedang merintis seperti dirinya.Ia berharap, agenda serupa bisa terus dilakukan, dengan intensitas yang lebih sering. Juga dibarengi dengan skala yang lebih besar."Ini sangat penting dan bagus, jadi bekal tersendiri untuk kami agar terus belajar," paparnya. (iza/din)
Editor : Din Miftahudin