M IHSAN/RADAR SOLO
SOLO- PSS Sleman mempermalukan Persis Solo di laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2024/25, di Stadion Manahan Solo, Minggu (3/11) malam. PSS menang 2-0 lewat gol Fachruddin (57) Aryanto dan Danilo Alves (82).
Tambahan tiga poin memastikan PSS merangsek ke peringkat ke-14 klasemen.Tim besutan Mazola Junior itu mengoleksi 8 poin dari 10 laga. Sementara Persis Solo justru menggantikan posisi PSS Sleman di zona degradasi dam terjerembap di posisi 16 klasemen.
Sejak awal laga, baik Persis Solo maupun PSS Sleman tampil agresif. Kedua tim tampak bersemangat untuk mencetak gol cepat guna membangun kepercayaan diri. Pada menit ke-23, Persis Solo nyaris membuka keunggulan. Gonzalo Andrada melepaskan tembakan keras, namun sayangnya masih belum mampu menjebol gawang PSS Sleman. Kiper PSS Sleman, Alan Jose Bernardon tampil bak tembok besar di bawah mistar gawang PSS Sleman.
Memasuki babak kedua, tak butuh waktu lama bagi PSS untuk mencetak gol. Fachruddin Aryanto berhasil memanfaatkan umpan matang dari Gustavo dan mencetak gol pembuka yang membuat PSS unggul 1-0 di menit 57. Pada menit ke-83, Laskar Sembada kembali menambah gol melalui aksi Danilo Alves.
Mazola Junior mengatakan, anak asuhnya tampil baik karena bisa efektif dalam mengkonversikan peluang menjadi gol. Menurutnya, dalam hukum sepak bola, tim yang mencetak gol lebih banyaklah yang memenangkan laga. “Kami pantas menang karena kami kerja keras untuk cetak gol saat kami punya kesempatan,” ujarnya.
Mazola mengakui, anak asuhnya seperti bermain di kandang sendiri pada laga ini. Itu karena selama musim ini berlangsung, PSS berkandang di Stadion Manahan untuk sementara waktu. Lantaran Stadion Maguwoharjo sedang direnovasi. Hal itu membuat penggawa Super Elang Jawa sudah tak asing dengan atmosfer Stadion Manahan.
Danilo Alves mengakui laga ini berjalan sulit bagi dia dan rekan satu tim. Danilo sebagai salah satu pencetak gol di laga ini mengaku lega dan bersyukur bisa pecah telur di kompetisi musim ini. Dia sangat bahagia karena men cetak gol perdana di liga. “Saya harap itu jadi yang pertama dari banyak gol yang bisa saya cetak di musim ini,” ujar pemain 33 tahun itu.
Caretaker pelatih Persis Solo Muhammad Hanafing mengakui timnya kesulitan membongkar compact defense PSS . Di babak pertama, PSS Sleman kuat dengan zona marking di area belakang. “Kami tidak menunjukkan variasi untuk membongkar pertahanan PSS di babak pertama,” ucapnya.
Di babak kedua, Laskar Sambernyawa memiliki sejumlah peluang. Namun masih belum beruntung, Dari catatan Hanafing, setidaknya ada tiga peluang yang seharusnya bisa diubah menjadi gol. Di satu sisi, dia juga mengakui ketangguhan Alan Bernardon di bawah mistar PSS.“Kedua gol dari kesalahan sendiri. Padahal menurut pengamatan saya, Sleman hanya bermain aman saja. Kebetulan dapat set piece dan dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Hanafing.
Persis bukannya tanpa peluang. Di babak kedua, tim besutan Hanafing memiliki sejumlah peluang lewat bola mati, terutama sepak pojok. Namun masih tetap memaksakan bola lambung. Padahal kiper dan bek PSS berpostur tinggi. “Kami memang belum beruntung, tapi dari segi permainan sudah lumayan,” tandas Hanafing. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin