RADAR JOGJA - Hujan dan angin kencang yang menimpa Kabupaten Sleman menyebabkan pohon tumbang dan bangunan rusak di berbagai lokasi. Utamanya di Kapanewon Pakem, Cangkringan, dan Ngemplak.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Minggu (3/11/2024) hingga pukul 14.20, di Kapanewon Pakem sedikitnya ada 12 kejadian. Mulai atap rumah beterbangan, tiang listrik patah, hingga pohon tumbang.
Sementara di Kapanewon Cangkringan ada sembilan kejadian. Satu tembok pekarangan roboh dan sisanya pohon tumbang. Salah satu pohon tumbang itu berlokasi di Kedung, Wukiraari, Cangkringan. Peristiwa terjadi Minggu (3/11/2024) pukul 10.30 dan dilakukan penanganan pukul 12.00.
Pohon berukuran 80 cm itu mengganggu akses warga karena melintang di jalan. Selain itu, merusak jaringan listrik dan pagar berukuran 6 x 3 meter.
Sementara di Kapanewon Ngemplak, ada empat kejadian. Seluruhnya pohon tumbang yang menimpa rumah, jalan, jaringan wifi, dan tempat usaha.
Atas berbagai kejadian itu, penanganan yang dilakukan sementara adalah pemotongan pohon, pendataan, memberi dorongan logistik, serta koordinasi dengan pihak terkait.
Saat dikonfirmasi, Pusdalops PB juga menjelaskan tengah terhambat dalam melakukan pendataan karena listrik mati dan genset rusak. "Sementara kami masih menulis di HP sebagai rilisan. Mohon ditunggu," balasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, jumlah itu akan terus bertambah. "Ini tim masih menangani di lapangan dan sekarang hujan deras," ucapnya melalui pesan suara.
Di Bumi Binangun, hujan dan angin kencang juga terjadi Minggu (3/11/2024). Hanya beberapa jam setelah hujan lebat disertai angin kencang, Posko Pusdalops BPBD Kulon Progo menerima puluhan laporan pohon tumbang. Ini berdampak pada rumah dan aset kendaraan milik warga.
"Kami menerima puluhan laporan dari masyarakat dan terus bertambah," ucap Kepala BPBD Kulon Progo Taufik Prohadi saat ditemui Radar Jogja.
Ia menjelaskan, hujan disertai angin kencang itu membuat pohon tumbang di beberapa wilayah di Kapanewon Pengasih, Wates, dan Kokap. Beberapa titik pohon tumbang berdampak pada rumah milik warga, sebagian besarnya mengalami kerusakan pada bagian atap.
Dari pantauannya, dampak terparah berada di Donomulyo. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga hingga menyebabkan ambrulnya bangunan dapur. Selain itu, laporan masuk menunjukkan adanya pohon tumbang yang menimpa kendaraan warga. "Kami terus memonitor untuk update-nya, sambil menerjunkan tim evakuasi," ujarnya.
Taufik menjelaskan, evakuasi pohon tumbang akan dilakukan pihaknya dengan dibantu Tagana dan masyarakat. Pihaknya menyiagakan empat tim untuk melakukan evakuasi. Setiap tim berisi empat personel BPBD. Personel damkar juga diterjunkan untuk mempercepat evakuasi.
Sebelum memasuki musim pancaroba ini, BPBD Kulon Progo telah menyiapkan berbagai perlengkapan dan alat untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang. Gergaji mesin serta armada telah disiapkan. Tujuannya, saat terjadi pohon rumbang personel dapat segera melakukan evakuasi.
Tak lupa, Taufik mengimbau masyarakat untuk waspada selama 24 jam ke depan. Pasalnya, rilis cuaca BMKG menunjukkan adanya potensi guyuran hujan dan angin kencang di beberapa wilayah Kulon Progo. Jika cuaca sudah membaik, masyarakat diminta melakukan penebangan atau pemangkasan ranting pohon yang berpotensi tumbang. (del/gas/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita