JOGJA – DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY menargetkan penjualan properti di triwulan IV 2024 bisa meningkat 20 persen. Peningkatan penjualan mulai terjadi di pertengahan tahun dan berlangsung sampai akhir tahun. Kedatangan mahasiswa baru memiliki andil dalam peningkatan penjualan properti.
Ketua DPD REI DY Ilham Muhammad Nur mengatakan, tren penjualan properti biasanya meningkat dan tumbuh positif menjelang akhir tahun. Hal itu karena pada pertengahan tahun hingga akhir tahun datang mahasiswa baru ke DIY.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa baru di DIY berdampak positif bagi bisnis properti. Ritme penjualan properti di DIY beriringan dengan tahun ajaran baru. Itu karena sebagian orang tua yang menyekolahkan anaknya di DIY membelikan rumah atau tanah.
Ilham menyebut, penjualan properti meningkat setelah bulan September. Atas hal itu, dia optimistis pada triwulan IV 2024 penjualan juga akan meningkat.“Itu (mahasiswa baru) sebuah pasar. Sehingga setelah September penjualan relatif meningkat. Kami berdoa dan optimistis kenaikan 20 persen di triwulan IV,” katanya, Minggu (3/11/2024).
Sementara untuk pasar dari masyarakat umum DIY sendiri cenderung flat sepanjang tahun meskipun masih tetap berjalan. Itu karena mereka sudah punya keinginan untuk membeli rumah. Hanya saja belum memutuskan untuk membeli. Meski begitu, menurutnya, calon pembeli dari DIY selalu ada.“Kalau masyarakat Jogja itu pembeli lama, bisa jadi belum memutuskan atau tidak jadi membeli. Kalau orangtua mahasiswa baru ini calon pembeli baru, umumnya terjadi di September sampai Desember. Jadi penambahan kuotanya dari luar kota,” beber Ilham.
Dia melanjutkan, gairah pasar properti di DIY sepanjang tahun 2024 cenderung stabil meskipun ada momen pemilu. Masyarakat, kata Ilham, hanya melihat dan menunggu saat menjelang pemilihan presiden. "Tidak ada sesuatu yang membuat pasar shocked, jadi (pembelian) ada terus, tidak volatile," ungkapnya.
Ilham menuturkan, pemerintah juga masih memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Kebijakan tersebut berlangsung hingga akhir Desember 2024. Menurutnya, kebijakan tersebut sangat positif dan bisa menguntungkan anggota REI. Sebab negara yang membayar PPN. Sehingga pengembang menerapkan harga yang sama. “Harga (rumah) menjadi turun, kemudian daya beli meningkat karena bisa terserap oleh pasar,” tuturnya.
Selain itu, Ilham mengungkapkan bahwa saat ini juga sudah tersedia beberapa rumah susun milik (rusunami) di DIY. Beberapa sudah terbeli oleh konsumen dari DIY dan luar DIY. Di mana motif utama dari pembeli adalah untuk berinvestasi. Meski sebagian besar masih untuk investasi, namun ada juga pembeli yang menjadikan rusunami sebagai pilihan tempat tinggal.“Motif utamanya investasi, belum hunian. Sebagian orang sudah mulai terpapar kultur tentang kebutuhan privasi dan kebutuhan yang praktis,” tandasnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin