Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PKM UMBY Adakan Sekolah Perempuan, Beri Kiat-kiat Pencegahan KDRT dan Ajarkan Regulasi Emosi, Ini Targetnya

Fahmi Fahriza • Sabtu, 2 November 2024 | 03:40 WIB

 

 

Photo
Photo

 

 

JOGJA - Mitigasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan manajemen emosi jadi aspek yang krusial dalam kehidupan rumah tangga. Hal itu yang juga menjadi kepedulian dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY).

 Baca Juga: Tumbuhkan Kesadaran Energi Terbarukan, MAN 4 Bantul Bawa Siswa ke Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) Pantai Baru Srandakan, Ini Tujuannya

Ketua tim PKM UMBY Prof. Dr. Alimatus Sahrah bersama tim menggagas program bertajuk Sekolah Perempuan (Sekoper). Program ini yang diimplementasikan di lokasi mitra PKM, yakni Batik Dewi Kunthi, Panggeran, Triharjo, Sleman.

Sekoper dijalankan dengan tujuan untuk memberikan edukasi berupa coping stress finansial, aktivitas fisik untuk mendorong penurunan stress, dan metode mindfulness. Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga sesi, meliputi Psikoedukasi, Pelatihan Penerapan Mindfulness, dan Pelatihan Penerapan Aktivitas Fisik untuk kurangi stress."Kami usung tema Menyongsong Kepuasan Pernikahan, Kemandirian Kesehatan, Ekonomi, dan Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Kelompok Keluarga Sehat Berbasis Mindfulness," katanya, kemarin (1/11).

 Baca Juga: Untidar Memperluas Jalinan Kerja Sama Internasional dengan Manfaatkan Momentum KTT BRICS 2024

Sasaran utama kegiatan tersebut adalah para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok keluarga sehat Dewi Kunthi, yang berjumlah 30 orang."Kami juga libatkan mahasiswa UMBY dari prodi psikologi dan keolahragaan untuk membantu, karena dua prodi itu relevan," ungkapnya.

Latar belakang dari kegiatan ini salah satunya dipilih karena permasalahan yang ada di lingkup masyarakat secara umum, yakni meningkatnya angka perceraian dan semakin maraknya KDRT. Ia berharap, dengan adanya Sekoper, dapat menjadi tindakan preventif pencegahan KDRT dan perceraian. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan awareness dan pengelolaan emosi kelompok keluarga sejahtera."Sehingga kepuasan pernikahan dapat tercipta, serta memberikan kebermanfaatkan untuk masyarakat," harapnya.

Ketua kelompok Dewi Kunthi Susanti menyampaikan, senang dan tergugah untuk menjalani kegiatan tersebut. Secara pribadi, ia juga merasa materi yang disampaikan sangat penting untuk diterapkan dalam keluarga."Kami merasakanbmanfaat kegiatan ini dalam mengurangi stress, dan meningkatkan regulasi emosi," ujarnya.

Diakuinya, kegiatan tersebut memberikan kebermanfaatan dan hasil berupa penurunan stress dan peningkatan regulasi emosi dari peserta. Metode atau penyampaian materi yang dilakukan, tidak hanya secara verbal semata. Namun juga menggunakan beberapa media bantu, antara lain lewat pemberian speaker, kartu afirmasi, kartu pasangan, headset bluetooth, matras, hingga video berisikan tutorialaktivitas fisik yang dapat menurunkan stress."Ini materi yang sangat penting, dan ibu-ibu senang dengan adanya aktivitas ini," tandasnya (iza/din).

Editor : Din Miftahudin
#keluarga #edukasi #sekolah perempuan #Pendidikan #kdrt #UMBY