KEBUMEN - Penerimaan negara dari cukai rokok terus menunjukkan tren positif. Khusus di Kebumen saja sumbangsih cukai rokok untuk penerimaan negara per per tahun mampu mencapai Rp 300 Miliar. Hal ini ditegaskan Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluan Kantor Bea Cukai Cilacap Irwan Riyadi.
Irwan menjelaskan, di Kebumen penerimaan negara berasal dari obyek cukai paling banyak disumbang pabrik rokok. Sebab industri rokok di Kebumen belakang ini perkembangannya cukup pesat. Pabrik rokok tersebut tersebar di Kecamatan Petanahan, Buayan, Sempor dan Gombong.Cl "13 pabrik rokok di Kebumen menjadi penyumbang terbesar. Ada yang klembak menyan nuansa heritage dan sudah modern," jelasnya, Kamis (31/10).
Cukai memiliki kontribusi cukup besar terhadap penerimaan negara. Adapun obyek penerimaan cukai nasional pada 2024 mencapai Rp 244 Triliun atau 8,7 persen dari target penerimaan negara. Di lain sisi secara nasional ada sekitar 6 juta pekerja yang terlihat langsung atau tidak langsung dari hasil industri rokok
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim: Kalau Ditunjuk Partai Ya Harus Siap
Dia juga mengapresiasi kondisi di Kebumen sampai sekarang masih terdapat pabrik rokok yang dikelola secara tradisional. Hal ini juga turut menjadi potensi obyek penerimaan negara. "Kontribusi cukai itu dari hasil pabrik sigaret kretek mesin dan manual. Dari kegiatan ini dapat menjadi penerimaan negara. Ujungnya pembangunan di berbagai sektor," ujarnya.
Baca Juga: Pesantren Perbolehkan Santri Pulang ketika Hari Pencoblosan, KPU Kebumen Tak Buat TPS Khusus
Irwan mengakui, banyaknya pabrik rokok akan memberikan dampak pada pendapatan daerah melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau atau DBHCHT. Dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program pemerintah daerah, mulai dari sektor kesehatan, infrastruktur hingga SDM.
Kepala Dinas Kominfo Kebumen Sukamto menyampaikan, pemerintah daerah terus gencar melakukan sosialisasi gempur rokok ilegal. Dari gerakan ini diharapkan masyarakat sadar untuk menghindari pembelian rokok tanpa cukai. Dengan begitu penerimaan negara akan semakin meningkat. "Ada beberapa program. Kami sosialisasi bagaimana masyarakat tidak mengedarkan maupun membeli rokok polos," terangnya. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin