JOGJA - Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Jogja menjadi yang tertinggi se-DIY dan nasional. Yakni di angka 73,83 persen pada 2024.
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan, rerata nilai IPP di Indonesia hanya berada di angka 56,33 persen. “Tentu harapan ke depan, minimal IPP ini (Kota Jogja, Red) bisa dipertahankan, untuk kemudian semakin ditingkatkan dan disempurnakan,” sebutnya saat malam puncak Gebyar Sumpah Pemuda 2024 di Plaza Malioboro Senin (28/10/2024).
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama dari pemerintah. Melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Jogja dengan seluruh unsur masyarakat. Baik pemuda, komunitas, kampung, kampus, korporasi, dan lainnya. Selain itu, pencapaian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa geliat dan aktivitas keterlibatan pemuda di Kota Jogja berjalan dengan baik.
Sugeng menyebut, terdapat tiga karakter yang perlu dikuasai pemuda dalam percaturan di masa mendatang. Pertama, diperlukan pemuda yang memiliki kualitas dan integritas yang tinggi. Kedua, adanya kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni. Ketiga, karakter kepemimpinan pemuda yang harus mengembangkan kepedulian dan profesionalisme. "Sudah saatnya generasi muda harus berkarya," tegasnya.
Kepala Dindikpora Kota Jogja Budi Santosa Asrori mengatakan, Gebyar Sumpah Pemuda telah digelar sejak Selasa (22/10/2024). Mengangkat tema Maju Bersama Indonesia Raya, kegiatan ini melibatkan 35 organisasi kepemudaan di Kota Jogja.
"Tema tersebut menyampaikan pesan untuk senantiasa meningkatkan dan memajukan berbagai pelayanan kepemudaan. Hingga mencapai Indonesia maju, besar dan sejahtera," beber Budi.
Dalam acara ini, para pemuda juga difasitasi dengan stand untuk menjajakan produknya. Sebanyak 27 stand lolos proses kurasi oleh tim Forum Kewirausahaan Pemuda Kota Jogja dan bisa mengikuti Expo Wirausaha.
“Kami juga memberikan penghargaan kepada pemuda pelopor Kota Jogja dan berbagai pemenang kejuaraan esport yang telah diadakan," sebutnya. (oso/eno)