GUNUNGKIDUL – Sepanjang Operasi Zebra Progo 2024, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul menindak 1.593 pengendara dan 2.210 pengendara lainnya kena teguran. Operasi digelar selama dua pekan sejak 14 Oktober lalu dengan melibatkan jajaran Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan TNI.
Dalam pelaksanaannya menyasar beberapa titik strategis seperti di Kapanewon Wonosari, Playen, Karangmojo, Ponjong dan Patuk. Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Kevin Ibrahim menerangkan, operasi yang digelar secara intensif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus mengurangi angka kecelakaan."Selama operasi, tercatat sebanyak 1.593 kendaraan mendapatkan tindakan berupa tilang, dengan rincian kendaraan roda dua (R2) sebanyak 1.297 pelanggar dan kendaraan roda empat (R4) 296 pelanggar," ujar Kevin, Senin (28/10).
Kevin menyebut, pelanggaran yang mendominasi adalah pengendara yang tidak menggunakan helm, safety belt, berboncengan lebih dari satu orang, dan kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Selain itu, petugas juga memberikan 2.210 teguran kepada pengguna jalan yang dinilai melanggar aturan namun masih dalam kategori ringan.
Ada delapan sasaran pelanggaran prioritas dalam operasi Zebra Progo 2024 ini. Di antaranya, berkendara di bawah umur, pengendara roda dua berboncengan lebih dari satu orang, melawan arus. Kemudian, pengendara melebihi batas kecepatan, mengonsumsi alkohol saat berkendara, menggunakan telepon genggam, kelengkapan kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis, dan tidak menggunakan helm atau safety belt."Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan di jalan raya," tuturnya.
Dalam periode Operasi Zebra Progo ini, terjadi 13 kasus kecelakaan yang melibatkan 25 kendaraan roda dua (R2) dan 2 kendaraan roda empat (R4). Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat, namun 25 orang mengalami luka ringan dengan total kerugian material mencapai Rp 11.800.000. "Upaya menekan angka kecelakaan, berbagai upaya preventif dilakukan, seperti edukasi keselamatan di sekolah-sekolah serta patroli rutin di pagi dan sore hari," jelasnya.
Wilayah rawan kecelakaan lalu lintas di sepanjang Jalan Jogja-Wonosari menjadi titik utama pengawasan dalam operasi ini. Jalan yang cenderung lurus dan bergelombang, serta kepadatan lalu lintas yang tinggi menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan di wilayah tersebut. (ndi/din).
Editor : Din Miftahudin